Mendaur Sejarah Kribo “Revolusi Sunyi” Hingga Trendy Mode

LamanQu.com – Keriting, tebal, dan mengembang. Begitulah gaya rambut yang menjadi ciri khas Eddi Brokoli, penyanyi dan aktor Indonesia. Dengan gaya rambut Afro itu, di Indonesia dikenal dengan sebutan kribo, dia jadi mudah dikenali para penggemarnya.

Gaya rambut itu mulai dipopulerkan empat dekade lalu. Mulanya, pada pertengahan 1960-an, orang-orang kulit hitam di Amerika Serikat mendefinisikan ulang diri mereka. Dipicu peristiwa pembunuhan tokoh hak asasi manusia Afrika-Amerika, Malcolm X, pada 21 Februari 1965, mereka melancarkan sebuah “revolusi sunyi”, tanpa turun ke jalan.

Orang-orang kulit hitam berhenti meluruskan rambut dan mulai menonjolkan kebanggaan warisan rasial melalui gaya rambut. Carole Elizabeth Boyce Davies dalam buku Encyclopedia of the African Diaspora menyebut, gaya rambut Afro mendapatkan makna politis begitu menjadi simbol Black Power Movement.

Gaya rambut Afro diadopsi aktris Marsha Hunt hingga kelompok penyanyi bersaudara The Jackson 5. Bintang-bintang rock macam Jimi Hendrix, Staple, dan Billy Preston ikut mempopulerkannya.

Gaya rambut ini kemudian menjalar ke seluruh dunia. Bukan lagi sebagai identitas perlawanan tapi mode.

Di Indonesia, gaya rambut Afro dipopulerkan musisi rock seperti Achmad Albar, Ucok Harahap, dan Gito Rollies. Dalam Ensiklopedi Musik, Japi Tambajong menyebut istilah kribo muncul pertama kali di Bandung.

Ucok Harahap adalah vokalis sekaligus pentolan grup musik AKA ―akronim Apotek Kali Asin, tempat bekerja ayah Ucok sekaligus markas band itu― yang didirikan pada 1967. Pada tahun yang sama terbentuk The Rolllies di mana Bangun Sugito atau tenar dengan nama Gito Rollies berkiprah. Sementara Achmad Albar menjadi vokalis God Bless yang dibentuk pada 1973.

Pentolan-pentolan band ini menyihir anak-anak muda untuk mengikuti gaya rambut kribo mereka. Bahkan, konon, gaya keramas Achmad Albar menggunakan bir dan putih telur dijiplak anak-anak muda saat itu.

Rambut kribo makin populer kala Achmad Albar dan Ucok Harahap bersatu dalam grup musik Duo Kribo –sesuai ciri khas rambut mereka. Dalam otobiografinya Ucok AKA Harahap: Antara Rock, Wanita, dan Keruntuhan, Ucok menyebut Duo Kribo dibentuk pada 9 September 1977.

“Kemunculan Duo Kribo jadi perbincangan wartawan musik tanah air. Lagu-lagu dari Duo Kribo dikupas habis di berbagai media,” kata Ucok.

Menurut Japi Tambajong, nama Duo Kribo digagas wartawan musik majalah Selecta, Masheri Mansyur, yang bermaksud menyatukan dua penyanyi rock yang saling tindas. Sejak 1972, berlangsung perang dingin antara Ucok dan Achmad Albar, yang menyeret penggemar mereka di Surabaya dan Jakarta.

Kesuksesan grup musik ini kemudian difilmkan dengan judul Duo Kribo pada 1977 oleh sutradara Edward Sirait.

Gaya rambut kribo diikuti sejumlah musisi dan anak muda tanah air. Namun, gaya rambut ini juga tak lagi identik dengan musik rock. Penyair Darmanto Jatman dan penyanyi dangdut Hamdan ATT membiarkan rambut mereka tumbuh lebat.

Sekalipun tak pernah menjadi tren, gaya rambut kribo tak pernah benar-benar pudar. Pada tahun 2000-an kita mengenal Marcell dan Giring Nindji, meski kini keduanya tak lagi kribo. Hanya Eddi Brokoli yang masih konsisten dengan gaya rambut ini, meski sempat mencukur rambut gaya semimohawk.