Benarkah Kebohongan Sering Kita Lakukan Setiap Hari, Ini Uraianya

LamanQu.com – Bohong menurut wikipedia adalah pernyataan yang salah dibuat oleh seseorang dengan tujuan pendengar percaya. Artinya ada semacam aksi atau kegiatan dilakukan baik itu berbicara langsung maupun dalam bentuk tulisan dengan tujuan membuat seseoang percaya. Dengan kata lain si pembohong pastinya melakukan kebohongannya untuk merebut simpati jika memang tujuan nya supaya orang percaya, sebalik dengan mengarang atau mengada ada cerita supaya orang tidak percaya maka orang teraebut membuat fitnah, sangkaan buruk terhadap sesuatu atau seseorang apakah bisa dikatakan pembohong? Ya jawabanya mungkin bisa dikatakan ceritera nya merupakan bohong perbuatannya adalah fitnah. Jika berbeda pendapat anda mungkin anda punya persepsi yang berbeda, monggoh monggoh aja rek.

Pemandangan seperti ini walau kadar intensitasnya relative sering kita temukan sehari hari maka bohong bukan hal yang tak sering dilakukan hampir setiap hari dari kita mudah saja berbuat bohong.
Maka tak salah jika dikatakan semua orang pasti pernah berbohong sepanjang hidupnya, kerena pada dasarnya berbohong adalah bagian yang tidak bisa terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Namun, ada orang yang gemar sekali berbohong sampai-sampai orang di sekitarnya kesulitan membedakan mana yang kenyataan dan mana yang bukan. Orang-orang yang hobi bohong dibagi jadi dua tipe, yaitu pembohong patologis dan pembohong kompulsif.

Apa itu pembohong patologis?

Pembohong patalogis adalah orang-orang yang sudah memiliki niat dan rencana untuk melakukan kebohongan. Orang yang berperan sebagai tukang bohong patologis memiliki tujuan yang jelas di mana mereka akan selalu berharap tujuannya bisa tercapai dengan berbohong.

Orang yang melakukan kebohongan jenis ini umumnya memiliki sifat licik dan hanya melihat situasi dari sudut pandang atau keuntungan mereka sendiri. Mereka tidak memedulikan perasaan orang lain dan konsekuensi yang mungkin terjadi akibat kebohongan yang mereka buat.

Kebanyakan tukang bohong patologis akan terus berbohong meskipun Anda sudah mengetahui bahwa mereka berbohong. Hal ini membuat mereka sering melakukan kebohongan yang memberatkan dirinya sendiri, sehingga membuat mereka jauh lebih sulit untuk dimengerti.

Apa itu pembohong kompulsif?

Berbohong, bagi para pembohong komplusif adalah sebuah kebiasaan. Mereka mungkin bisa berbohong tentang apa pun dan dalam situasi apa pun. Orang yang melakukan kebohongan jenis ini biasanya berbohong untuk menghindari kebenaran. Jika mereka berbicara jujur, mereka merasa tidak nyaman.

Seringnya, pembohong kompulsif melakukan berbagai kebohongan supaya terlihat lebih keren dari orang lain. Dalam hal ini, kebohongan kompulsif sering disebut sebagai “pencitraan”. Mereka yang berbohong pada dasarnya sadar akan kebohongannya. Namun, mereka tidak dapat berhenti berbohong karena sudah terbiasa.

Apa bedanya pembohong patologis dan kompulsif?

Dari dua penjelasan yang sudah disebutkan di atas, sekilas dua jenis kebohongan ini memang tampak sama. Dikutip dari laman Everyday Health, Paul Ekman, Ph.D., seorang profesor emeritus psikologi di University of California pun mengatakan hal yang senada. Ia mengatakan bahwa kedua jenis kebohongan esktrem ini sangat mirip sehingga sulit dibedakan. Anda bisa saja jadi pembohong patologis yang kompulsif.

Akan tetapi, sederhananya yaitu tukang bohong patologis sudah sejak awal punya niat berbohong dan akan terus berbohong meskipun orang lain tahu ia tidak berkata jujur.

Sementara itu, pembohong kompulsif mungkin awalnya tidak punya niat berbohong. Hanya ketika ia dihadapkan dengan situasi yang membuatnya merasa terpojok atau terancam, seorang pembohong kompulsif lantas jadi tidak bisa mengendalikan diri dan terus berbohong.

ciri orang berbohong

Apakah orang yang melakukan kebohongan ekstrem bisa dianggap sebagai gangguan mental?

Pada dasarnya kebohongan kompulsif dan kebohongan patologis sudah dipelajari para ahli sejak lama. Meski begitu, para peneliti masih belum benar-benar tahu apa penyebab kedua jenis kebohongan tersebut apabila keduanya harus dikaitkan sebagai gangguan mental.

Misalnya, para ahli tidak tahu pasti apa yang membuat seseorang melakukan kebohongan ekstrem. Mereka memang tahu jika kebanyakan orang yang melakukan kebohongan ini karena kebiasaan dan untuk memperbaiki citra diri. Namun, mereka masih memperdebatkan apakah kedua jenis kebohongan ini masuk ke dalam gejala atau penyakit itu sendiri.

Itu sebabnya, sampai saat ini tukang bohong patologis dan kompulsif belum bisa disebutkan sebagai salah satu gejala atau bahkan penyakit kejiwaan.

Apakah tukang bohong bisa berubah?

Kebanyakan orang yang keseringan melakukan kebohongan ekstrem tidak ingin dan tidak bisa berubah hanya dengan menjalani pengobatan. Biasanya mereka akan berubah ketika mereka sudah mendapatkan suatu masalah.

Misalnya, kebohongan yang mereka buat ternyata berdampak pada kebangkrutan, perceraian, kehilangan pekerjaan, atau terjerat hukum sehingga harus menjalani masa tahanan.

Masih sedikit penelitian terkait pilihan pengobatan untuk orang yang sudah terbiasa berbohong. Namun, kabar baiknya yaitu para peneliti percaya jika konseling atau psikoterapi dapat membantu orang yang melakukan kebohongan ekstrem untuk berubah, dengan cara fokus pada cara mengurangi impuls atau dorongan-dorongan untuk berbohong.