Mitos Pria 40 Tahun Rentan Pubertas Kedua

LamanQu.com – Salah satu mitos tentang laki laki yang kata nya keranjingan dengan pubertas ke-2 jika menginjak usia 40 an. Ada juga falsafah or ungkapan orang Barat berkata, “Life begins at fourty”. Dalam Banyak kasus, terutama kasus perselingkuhan yang dilakukan oleh kaum Adam, yang dikaitkan dengan pubertas ke-2, serta ketakpandaian kaum emak emak mengemas tampilanya terhadap arjuna arjuna paru baya mereka.

Namun pertanyaannya adalah apakah hal ini memang benar-benar ada ataukah memang hanya mitos kosong belaka?

Sempat buat para kaum emak emak, katanya para pria kalau udah masuk usia 40 tahun, bakal berpaling, seram tidak?

Pria emang diidentikan dengan rasa bosan dan jenuh. Alasannya sederhana, saat pria sudah tahu sifat dan sikap pasangannya, rasa bosan itu pasti segera datang. Salah satu faktor yang mempengaruhi rasa bosan pria itu, adanya kekangan dan aturan dari pihak perempuan.

Bukannya pria tidak mau sama sekali diatur, hanya saja kadang para istri juga sangat kelewatan. Tanpa bermaksud menyalahkan perempuan atas kebiadaban laki laki namun nyatanya memang banyak pria yang pengen perempuan lain gara-gara sudah bosan dengan perilaku pasangannya, bukan dengan fisiknya.

Rumah tangga, itu bukan tentang hubungan suami dan istri saja melainkan mencakup masalah keluarga besar. Ya, tahu sendirilah, memahami satu orang aja susah, apalagi harus memahami 1 keluarga besar. Tidak sedikit keluarga besar akan ikut campur dalam permasalahan keluarga.

Sebagai kepala keluarga ada rasa risih dan tidak dihargai menjadi pemicu utama pria bakalan bosan sama hubungan. Jadi, wajar banget, ketika rasa ingin memiliki/menggoda wanita lain saat fase umur tertentu itu, akan muncul sebagai penghibur lara.

Mungkin, hal inilah yang menjadi alasan kenapa ada banyak pria yang bisa dibilang cukup ganteng punya selingkuhan yang lebih jelek jika dibandingkan dengan istrinya.

Mungkin ya memang seorang laki laki nggak nyari perempuan yang lebih cantik, hanya nyari yang lebih nyaman. Jadi jawaban untuk pertanyaan apakah di umur 40an laki-laki rentan melakukan perselingkuhan adalah: “iya, laki-laki sangat mungkin melakukan hal itu”.

Selain rasa bosan, kemapanan finansial juga merupakan salah satu alasan kenapa para pria di usia 40an rawan selingkuh

Selain rasa bosan, salah satu alasan kenapa laki-laki di usia 40an rentan terhadap perselingkuhan adalah kemapanan finansial. Tidak bisa dipungkiri bahwa salah satu hal yang membuat para pria punya pikiran untuk selingkuh adalah uang. Di usia 40an, rata-rata laki-laki Indonesia sudah mencapai titik aman dan nyaman dalam hal finansial. Bisa jadi hal inilah yang memberikan godaan lebih bagi para pria untuk berselingkuh.

Memang benar bahwa mungkin salah satu alasan utama pria selingkuh adalah rasa bosan, namun jika dia tidak memiliki kemapanan finansial, hal ini akan sangat susah dilakukan di era dimana hampir segalanya diukur dengan uang ini.

Terus apa yang harus para istri lakukan dengan kondisi suami suami yang rentan tersebut?

Sejatinya ada banyak sekali hal yang bisa dilakukan dan salah satunya adalah komunikasi. Bukan hanya perempuan yang pengen didengarkan, para suami juga menginginkan istri juga bisa jadi pendengar yang baik.

Pria dan wanita itu sama. Sama-sama pengen diayomi dan dimengerti. Memang hampir tidak mungkin mengerti pria 100%, tapi paling tidak para wanita bisa memberikan ruang lebih untuk kaum pria.
Jika kalian para perempuan berpikir bahwa ruang komunikasi itu justru akan dibuat sebagai sarana untuk selingkuh, kalian keliru. Para pria justru pada momen tertentu butuh sarana untuk bercerita. Kaum emak emak dianjurkan untuk bisa jadi pendengar yang baik pula, jika tidak para pria, suami yang tak takut istri akan cari perempuan idaman lain sekedar untuk cerita.

Semakin ditekan para suami justru akan semakin melakukan hal buruk. Beri dia ruang bebas untuk sekedar berkumpul dengan teman-temannya, nobar, maen PS, dan lain sebagainya.

Kemudian seperti yang pernah banyak dibahas di media lainnya, yang dibutuhkan oleh seorang suami supaya dia tidak selingkuh adalah good food, good at bed dan care to family.

So, tidak ada puber kedua dalam hal ini, yang ada hanya laki-laki paruh baya yang sudah mulai bosan dengan keputusannya sendiri untuk menikah. Semua orang akan mengalami ini, meskipun pada akhirnya tidak semua orang memilih untuk mengobati kegalauanya. Semogah saja kaum emak emak rempong cepat ambil langkah biar pubertas ke 2 hanya mitos kosong. (Jl)