Gak Perlu Muka Buruk Reaktif Di Medsos, Rizieq Tidak Melanggar Hukum

Jakarta, LamanQu.com – Perang pendapat antara para pengguna Medsos menjadi bukan rahasia dan menjadi pemandangan keseharian kita. Pendapat miring versus dukungan akan tokoh pemimpin atau calon pemimpin sudah menjadi etalase pada dinding Medsos yang kita lakoni di dunia maya. Disitulah kecerdasan kita diuji untuk menilai kebenaran dan tidak sembarangan ambil langkah reaktif terhadap hal hal berbau fitnah, hoaks atau propaganda.

Baru baru ini cerita dan berita penahanan Habib Rizieq Shihab yang beredar cukup bikin malu bagi yang sudah keluarkan sikap reaktif. Seperti diberitakan Gatra.com bahwa Pemerintah Kerajaan Arab Saudi akhirnya menegaskan keberadaan Rizieq Shihab bukan ancaman serius bagi negara. Pimpinan ormas Front Pembela Islam (FPI) ini sudah satu tahun lebih menetap di Arab Saudi.

“Dia (Rizieq Shihab) bukan sosok yang menakutkan sama sekali. Kalau sampai melakukan pelanggaran diproses menurut hukum kami,” kata Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama Mohamed Abdullah Al- Shuaibi di Kantor PP Muhammadiyah, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (13/4) sore.

Selama tinggal di Arab Saudi, Osama menegaskan Rizieq Shihab tidak pernah melakukan perbuatan melanggar hukum. Termasuk soal izin tinggal yang disebut telah kedaluarsa.

Tak hanya itu, diakui Osama, keberadaan Rizieq Shihab di Arab Saudi mendapatkan perhatian otoritas setempat dan pemerintah Indonesia. “Kalau memiliki masalah di Arab Saudi, (Rizieq Shihab) tentu sudah dipenjara atau ditangkap. Tetapi ini tidak,” kata Dubes Osama.

Diketahui, Rizieq beberapa kali menjadi perhatian selama tinggal di Arab Saudi. Pertama berkaitan dengan izin tinggal yang sudah habis. Duta Besar RI untuk Kerajaan Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel membenarkan jika Rizieq tak memiliki izin tinggal di Saudi lagi.

Visa yang digunakan sudah melewati batas waktu. Kedua Rizieq Shihab terjerat perkara pemasangan bendera berkalimat tauhid dengan warna hitam di tempat tinggalnya di Saudi. Ia sempat ditahan dan diinterogasi intelijen Saudi dan sehari kemudian dibebaskan.
Semogah pintu hati dan pemikiran kita selalu dapat bekerja maksimal dengan tak gampang termakan isu isu miring akan sesuatu yang bertebar bak pajangan pada akun akun Medsos kita. (gatra)