Ketemu Sama Anggota Grup WhatsApp Yang Menyebalkan, Ini Harus Anda Lakukan

LamanQu.com – Tongkrongan grup whatsapp hal yang gak asingkan bagi kita saat ini. Dengan maksud selalu update atau apa saja tujuan gabung yang penting gabung aja dulu. Soal enak atau tidak perlu pembuktian ngintip dan pantau perlu waktu dan penilaian bukan.
Sudah jadi hal yang lumrah bila saat ini para ibu bergabung di grup WhatsApp untuk berbagi tips soal parenting. Namun, kadang yang jadi masalah jika satu atau beberapa anggota grup WhatsApp bersikap menyebalkan. Ih, kesal deh diri ini dibuatnya.

Dalam menyikapi anggota grup WhatsApp yang menyebalkan, psikolog keluarga dan pernikahan dari Rumah Dandelion, Nadya Pramesrani bilang ketika kita dalam situasi nggak nyaman, termasuk karena ada anggota grup WhatsApp yang menyebalkan, pilihannya adalah fight atau flight.

“Kalau misal mau fight, mau tetap stay di lingkungan itu ada dua pilihan lagi yakni educate atau endure. Orangnya kita educate jadi lebih pintar dan bijak. Kalau nggak ya tahan-tahan aja gabung di grup WhatsApp itu. Tapi kalau nggak tahan ya cabut aja,” tutur Nadya ditemui usai Launching Komunitas Sahabat Ibu Pintar di kawasan Kebayoran Baru, beberapa waktu lalu.

Kata Nadya, ingatlah jika kita nggak bisa mengontrol apa yang orang lain lakukan. Tapi, kita bisa mengontrol bagaimana cara kita meresponsnya. Misalnya, ada anggota grup WhatsApp yang menyebarkan hoax. Kata Nadya cukup katakan kita pikir ini adalah hoax, apakah si orang tersebut mau menerima pandangan kita atau nggak, itu sudah tidak di bawah kontrol kita lagi, Bun.

“Fokus sama yang bisa dikontrol aja. Kalau yang nggak bisa dikontrol ya udah biarin aja,” ujar Nadya.

Dalam kesempatan sama, presenter Kamidia Radisti juga berbagi pengalaman ketika dia bergabung dengan grup WhatsApp untuk sharing hal-hal parenting. Biasanya, kondisi dalam grup jadi nggak mengenakkan ketika ada anggota yang melempar topik kemudian anggota lain memberi respons yang nggak mengenakkan.

Komunitas yang enak biasanya yang kayak gitu tuh. Hal itu belum pernah saya alami tapi saya pernah gabung di grup yang kayak gitu. Biasanya saya nggak bikin suasana makin panas sih ya,” kata wanita yang akrab disapa Disti ini.

Kata Disti, saat bergabung dengan komunitas termasuk melalui grup WhatsApp, kita harus jadi ibu pintar. Artinya, pintar-pintar memilih informasi mana yang ingin disampaikan. Kemudian nggak sembarangan mengunggah sesuatu.

“Untuk bergabung dalam sebuah komunitas termasuk grup WhatsApp, kita harus tahu di mana kita perlu bergabung. Karena kebutuhan kita kan mencari informasi dan sebagainya di tempat kita bergabung itu,” tutur Disti.