Sebuah Karya Sanggar Mataya-Balarupa Palembang Wujudkan “Cinta Untuk Sidolopa”

Palembang, LamanQu.com – Solidaritas perupa Palembang mengajak masyarakat bersimpati, melalui pameran serta kegiatan seni lainnya. Kegiatan itu mengangkat tema  “Berkarya Untuk Sesama” Cinta Untuk Sidolopa (Sigi, Donggala, Lombok dan Palu). Kegiatan yang telah berjalan pada 25 Oktober kemarin, menunjukan ketulusan berduka mendalam atas peristiwa yang menimpa Sidolopa. Pameran Cinta Untuk Sidolopa akan berakhir pada 25  November 2018 mendatang sambil terus mengumpulkan donasi.

Berbagai kegiatan seperti pameran lukis, work shop tari, work shop musik tradisional, lomba melukis, mewarnai TK, lomba menggambar SD, SMP dan SMA,  membuat sketsa bersama, dan masih banyak kejutan lain akan meramaikan kegiatan yang berlangsung selama satu bulan tersebut.

Donasi yang terkumpul nantinya akan diberikan kepada korban gempa dan Tsunami di daerah Sidolopa. Kegiatan yang berlangsung di Jl. Seniman Amri Yahya, 15 Ulu, Palembang tersebut merupakan inisiatif dari Sanggar Sastra Mataya, Balarupa Palembang, serta Dewan Kesenian Palembang (DKP).

“Cinta Untuk Sidolopa merupakan ketulusan dari hati. Kegiatan ini berlangsung selama satu bulan. Selama satu bulan tersebut, kawan-kawan perupa dan komunitas seni yang ada di Palembang, berusaha sebaik mungkin mengumpulkan donasi untuk saudara kita yang ada di Sidolopa. Masyarakat diharapkan dapat berkunjung menyaksikan pameran dan suguhan seni yang ada di Taman Budaya Sriwijaya ini, sekaligus menyisihkan donasi” Kata Sigit Blabur salah satu dari kesekian inisiator Cinta Untuk Sidolopa tersebut.

Cinta Untuk Sidolopa, mendapatkan apresiasi dari pengunjung yang datang, terutama di kalangan remaja sekolah yang menyempatkan untuk hadir dalam pameran di Taman Budaya tersebut.

“Wah bangga sekali melihat karya-karya seni rupa di pagelaran Cinta Untuk Sidolopa ini, kegiatan ini juga syarat manfaat karena mengajak langsung masyarakat untuk turut berdonasi.” Ujar Sella, pengunjung remaja yang berasal dari SMA Negeri 9 Palembang tersebut.

Kegiatan Cinta Untuk Sidolopa juga langsung mendapatkan perhatian khusus dari Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Taman Budaya  Sriwijaya.

“Cinta untuk Sidolopa ini luar biasa, mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus berlanjut ke depan. Taman Budaya Sriwijaya terbuka kepada siapa saja yang akan mengadakan kegiatan seni lainnya. Taman Budaya menyiapkan ruang untuk berkesenian.” Tegas Toton Dai Permana. (As Dani)