Pupuk Persaudaraan, Hj Eva Ajak Lestarikan Tradisi Ngidang

Jakarta, LamanQu.com – Masyarakat Palembang rata-rata, pernah merasakan kondangan dan disajikan makan dengan cara ngidang. Budaya makan bersama ini telah banyak ditinggalkan dikarenakan caranya yang kurang praktis dan jelas lebih repot.

Namun cara ngidang ini merupakan acara makan terasa lebih guyub. Mau tidak mau, akan saling sapa dengan kawan makan di grup yang sama. Cara makan ini juga terasa lebih beradab ketimbang cara makan di hotel berbintang yang kadang tidak disediakan kursi sehingga makan dilakukan dengan cara berdiri.

Persaudaraan Cindo Palembang (PCP) di Jakarta berkumpul dalam arisan dan pengajian rutin, sembari melestarikan cara makan bersama ini guna mempererat silahturahmi. Yaa tak ada tema khusus acara ini, mengembalikan memori masa kecil saya akan keseruan makan dengan cara seperti itu.

Hj Eva Susanti Sebagai Ketua Persaudaraan Cindo Palembang (PCP) mengungkapkan Ngidang makan rame rame dengan menu khas Palembang disajikan di lantai dengan di alasi kain, saat ini jarang sekali di temukan oleh masyarakat Palembang karena sudah tergerus dengan kebudayaan luar yaitu makan Prancis alias makan prasmanan. Kata wanita cantik nan ramah ini saat dikediaman rumahnya yang berada di Kota Wisata Cibubur, Jumat (26/10/2018).

Hj Eva menerangkan banyak filosofi yang bisa diambil dengan makan secara ngidang seperti ini diantara lain kita akan merasakan kebersamaan Sehingga kita akan semakin akrab antara satu sama lainnya, karena biasanya sambil makan kita bercengkrama, entah bercerita tentang situasi saat ini ataupun bercanda.

Lebih lanjut Eva mengatakan harapannya agar tradisi ngidang bisa bangkit lagi seperti dahulu kala, Eva menyarakan supaya restoran restoran lokal jangan takut untuk menyajikan makanan dengan cara ngidang seperti ini dengan begini warisan budaya kita tidak akan hilang dan akan terus lestari, tuturnya dengan santun dan ramah. (FN)