Herman Deru: Paripurna XXVI DPRD, Integritas “Sumsel Maju Untuk Semua” APBD 2019

Palembang, LamanQu.com — Masalah negara adalah masalah rakyat dengan kemajemukan yang mengemuka. Tinggal lah “Good Will” yang kuat diharapkan berirama derap langkahnya dengan upaya kerja keras, semua aral mampu terlampaui.

Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel periode 2018-2023 Herman Deru dan Mawardi Yahya menyampaikan pidato visi dan misi di sidang Paripurna Istimewa XXVI DPRD Provinsi Sumsel, Senin (08/10/2018).

Rapat paripurna ini dihadiri oleh Plt Ketua DPRD Provinsi Sumsel, Anggota DPRD Sumsel, Kepala OPD dan tamu undangan lainnya.

Dalam pidatonya Herman Deru mengatakan, pertumbuhan ekonomi Sumsel semester 1 tahun 2018 lebih baik dari angka nasional. Gini rasio Sumsel pada Maret 2018 lebih baik dari angka nasional.

“Untuk tingkat pengangguran terbuka pada Februari 2018 lebih baik dari angka nasional. Inflasi pada tahun 2017 lebih rendah dari angka nasional,” ujarnya.

Herman Deru menjelaskan, angka kemiskinan pada bulan Maret 2018 masih lebih tinggi dari angka nasional. Sedangkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2017 masih dibawah angka nasional, Sehingga memerlukan perhatian khusus.

“Dalam kesempatan ini saya mengajak seluruh komponen masyarakat bergandeng tangan, bersinergi untuk mempertahankan capaian kinerja pembangunan yang sudah baik dan bekerja keras lagi untuk mengejar ketertinggalan kita”, terang nya.

Masih kata Deru, “Tampak sekali pada capaian kinerja beberapa indikator makro yang belum maksimal. Kita harus mampu menurunkan angka kemiskinan sampai dibawah angka nasional”, ajak Gubernur.

“Karena, lanjutnya, “sebagai indikator bahwa pembangunan yang kita lakukan dapat mensejahterakan masyarakat, ” kata Dia.

“Oleh sebab itu, lanjut Herman Deru, “sudah saatnya merapatkan barisan untuk bersinergi membangun Sumsel dengan visi Sumsel 2018-2023 yaitu “Sumsel Maju Untuk Semua”.
Serentak para hadirin bertepuk tangan, Deru pun jedaah seraya senyum dengan keyakinan yang pasti dari sudut sudut wajah nya.

Kembali pada pidatonya dian menyampaikan komitmen dan berujar, “Pemahaman terhadap visi “Sumsel Maju untuk Semua” dapat dijelaskan sebagai berikut”, papar nya tegas.

” Sumsel Maju untuk Semua adalah keadaan dimana terwujudnya pembangunan daerah yang berwawasan lingkungan atau pembangunan maritim yang merata dan berkeadilan, dimana hasil pembangunannya dinikmati seluruh anggota masyarakat”.

“Sumsel maju untuk semua adalah kondisi dimana meningkatnya kualitas sumber daya manusia yang menjungjung tinggi nilai-nilai keimanan, ketaqwaan, kejujuran, integritas dan kearifan lokal. Disamping terpenuhi hak-hak dasar masyarakat dengan dukungan anggaran pro rakyat, pro lingkungan dan pro gender yang transparan dan akuntabel,” bebernya.

Sumsel maju untuk semua , Herman Deru adalah kondisi tercapainya pelayanan publik yang baik dengan dukungan pemerintahan yang bersih dan bebas dari KKN, serta meningkatnya partisiasi masyarakat dalam proses penentuan kebijakan pembangunan yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

“Sumsel maju untuk semua adalah terwujudnya rasa aman dan nyaman bagi kehidupan masyarakat dapat menjalankan aktivitas keagamaan, terciptanya kehidupan masyarakat yang menghargai perbedaan, dan masyarakat yang dapat menikmati kesenian bermutu di pusat kebudayaan, ” bebernya.

Untuk mencapai visi tersebut, kata Herman Deru, pihaknya memiliki 5 misi yang menjadi kerangkah kerja pemprov hingga 2023. Pertama membangun Sumsel berbasis ekonomi kerakyatan, yang didukung sektor pertanian, industri, dan UMKM yang tangguh untuk mengatasi pengangguran dan kemiskinan baik di perkotaan maupun perdesaan.

Masih kata dan bagian Kedua, misinya, “meningkatkan kualitas SDM, baik laki-laki maupun perempuan yang sehat, berpendidikan, profesional dan menjunjung tinggi nilai-nilai keimanan, kataqwaan, kejujuran dan integritas”.

Kenudian lanjutnya, ketiga adalah “mewujudkan tata kelola pemerintahah yang bebas KKN dengan mengedepankan transparansi dan akuntabilitas yang didukung aparatur pemerintahan yang jujur, berintegritas, profesional dan responsif”.

“Keempat, lanjut Deru lagi, “membangun dan meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastrktur, termasuk dasar guna percepatan pembangunan wilayah pedalaman dan perbatasan, untuk memperlancar arus barang dan mobilitas penduduk, serta terwujudnya daya saing daerah dengan mempertimbngkan pemerataan dan keseimbangan daerah”.

“Meningkatkan kehidupan beragama, seni, dan budaya untuk membangun karakter kehidupan sosial yang agamais dan berbudaya dengan ditopang fisik yang sehat melalui kegiatan olahraga, sedangkan pengembangan pariwisata berorientasi pada pariwisata religius’, dia terangkan dan tempatkan pada misi ke Limanya.

Akhir pidatonya dia tuangkan dan berkata, “APBD Sumsel tahun 2019 sudah sinergi dengan janji kampanye. Kita minta APBD 2019 diintegrasikan ke program kita”, tutup Gubernur Sumsel 2018-2023 ini. (FN)