Supranatural Tetap Diminati, Paguyuban Kusuma Sejati Bukti Budaya Leluhur

Palembang, LamanQu.com — Sebagai wujud partisipasi yang nyata untuk mengingatkan, mengenal, menghayati dan mengamalkan warisan budaya bangsa dalam hal Spiritual dan Kebatinan, Paguyuban Olah Spiritual dan Kebatinan Kusuma Sejati merupakan organisasi kemasyarakatan yang berbasis kepada Spiritual dan Kebatinan.

Momen foto bersama usai wawancara, Diajeng Kartikasari (Tengah) bersama para anggotanya

Paguyuban Kusuma Sejati berdiri pada tanggal 20 Juni 2003 di Palembang.

Diajeng Kartikasari, SH dialah sosok wanita berwibawa dan tegas yang memimpin Paguyuban Kusuma Sejati, wanita kelahiran Solo 50 tahunan yang lalu, merupakan orang peduli dan melestarikan warisan budaya nusantara di kota Palembang.

Ketertarikannya pada dunia spiritual dan supranatural di tahun 2000 yang lalu, membuat wanita tangguh ini telah menentukan pilihan hidupnya untuk mengolah dan mengembangkan dunia supranatural.
“Berawal dari kegagalan bisnis yang saya jalani di tahun 1998 membuat saya bangkrut milyaran rupiah disebabkan dagangan saya dilarikan oleh orang lain sehingga tanah dan rumah yang saya milikipun harus dijual untuk membayar beberapa tagihan bisnis saya, saat itu puncak sentiro atau sinting separuh kata orang yang menilai saya saat itu,” urai nya.

Magelang menjadi saksi dimana orang nomor satu di Paguyuban Kusuma Sejati ini bermeditasi untuk menenangkan diri
“yaa mungkin ini bagian dari garis hidup saya,” disitulah saya menentukan pilihan untuk menjadi spiritualis dan supranatural agar bisa memberikan spirit dalam perjalanan hidup orang banyak”, ujar wanita berwibawah ini yang tak disangka telah menempuh bangku kuliah hukum di Universitas Islam Indonesia dan mengambil konsentrasi profesi Notaris di Universitas Gadja Mada.

Hampir seantero raya nusantara ini menjadi tempat dimana beliau menapakkan dan menggali ilmu supranaturalnnya yang menjadi warisan dari para leluhur, tak satu tempatpun yang tak dikunjungi dirinya dalam memperkaya keilmuan.

Konsistensinya telah terukir dalam mengamalkan dan melestarikan warisan budaya bangsa dalam hal Spiritual dan Kebatinan. Kiprahnya selama 15 tahun dikota Pempek ini telah mengeluarkan Tokoh tokoh supranatural dan seniman yang melesarikan budaya bangsa di kota Palembang ini. Hampir disetiap kabupaten dan kota di Sumatera Selatan ini telah berdiri dari cabang Paguyupan yang dia pimpin. Tak kurang lebih dari 5000 an anggota yang telah bergabung di Paguyupannya.

Kecintaan akan melestarikan dan mengembangkan warisan leluhur sampai saat ini tetap terjaga, hampir disetiap hari anggotanya dan masyarakat berkunjung untuk belajar disini.
“kita telah membuka sekolah paranormal yang mana diperuntukan untuk mereka yang memilki ke inginan kearah sini dengan cara kita beri pendidikan dan kita latih sehingga kemampuannya bermanfaat untuk sekitarnya.
“ya jika dianya mau buka praktek nanti akan kita bantu untuk legaliasnya,” tetap kita kontrol mereka demi menjaga nama baik Paguyupan kita”, imbuhnya.

Tak hanya itu ditempat yang berlokasih Jalan Jepang No. 1330 RT.26 Sako Borang Palembang menjadi pusat pendidikan dalam melestarikan kesenian.
“setiap hari Minggu disini kita ajak anak anak dari anggota dan masyarakat sekitar untuk latihan tari Nusantara seperti tari bujang ganong dan sebagainya agar budaya kita tetap terjaga, jangan sampai negara lain yang mengambilnya. “Alhamdulillah anak didik kita telah tampil hampir disetiap kegiatan besar yang ditonton oleh masyarakat luas dan petinggi negara,” ucapnya.

Ketika ditanya bagaimana cara bergabung untuk menjadi anggota disini

Ibu Diajeng Kartikasari ini mengatakan, “Syaratnya yang normal normal saja, untuk anggota Olah Spiritual dan Kebatinan ini minimal harus berusia 18 tahun” jelas dia.

“kemudia sehat jasmani dan rohani yang penting lagi tidak ada garis keturunan gila” tutupnya sambil tersenyum manis.