Bonsai “Anting Putri” Begitu Banyak Pencinta Jenis Tanaman Ini

Palembang, LamanQu.com — Keindahan bonsai yang diletakan kedalam pot membuat estetika para pengegemar seni keindahan sehingga para pengemar perlu untuk mengeluarakan intuisinya agar dalam pembentukan Bonsai itu tampak seperti dialam nyata

Hal tersebut diungkapkan oleh asiten treaner Bonsai asal Bandung, Faisal Shandra, yang mempunyai jiwa seni dan pencinta Bonsai. Estetika bonsai merupakan ilmu membahas bagaimana keindahan bisa terbentuk, dan bagaimana supaya dapat merasakannya. Agar indah untuk di pandang.

“Bentuk itu muncul seperti di alam, habitatnya yaitu di hutan itulah membuat para pencinta bonsai sangat gemar untuk menjadikan pohon sebagai koleksi,” kata pria lajang ini, Rabu malam di kediamannya (12/09/2018).

Menurut ia, imajinasi pula yang membuat penampilan tajuk bonsai seolah berundakundak. Bentuk itu tak bakal pernah ditemui di habitat aslinya. “Seperti sekarang ini khususnya kota Palembang banyak bermunculan Bonsai jenis (Anting Putri) begitu banyak pencinta jenis tanaman ini,” jalas pria tampan yang murah senyum ini.

Lanjut ia, sejatinya ada banyak jenis pohon yang dapat di jadikan Bonsai, seperti Pinus mercusi yang juga tumbuh di tanahair. Sayangnya ia berdaun panjang sehingga butuh waktu sangat lama dengan tingkat kesulitan tinggi untuk menghasilkan bonsai dengan bentuk maksimal. “Beruntung alam kita begitu murah banyak bisa di jumpai untuk bahan Bonsai,” ujar pria supel ini.

Contoh lain santigi. Di Indonesia santigi Phempis acidula yang kayunya sangat keras dan tahan cuaca ekstrem banyak ditemukan tumbuh di tepi pantai. Karakter itu membuat pebonsai terinspirasi untuk menjadikannya sebagai pengganti cemara Junipherus chinensis.

“Namun bukan berarti setiap tanaman dapat dibentuk paksa oleh manusia. Pebonsai tetap mesti memperhatikan hukum hortikultura dalam membentuk karya bonsai,” sambungnya

Seperti hal sebagai contoh sederhana ialah tanaman berdaun lebar tentu sulit dibentuk menyerupai sosok tanaman berdaun jarum di alam. “Menjadi sia-sia membentuk beringin Ficus benjamin agar sosoknya seperti cemara,” ungkapnya

Dapat kita lihat sosoknya di alam, lanjut Faisal,┬áBatang dan perakarannya pun terlihat kokoh, membentuk seperti sosok di alam habitatnya. “Pebonsai hanya menyempurnakan atau mempercepat munculnya keindahan ke sebuah wadah tanpa menghilangkan karakter dan wibawa. Keindahan Bonsai hasil kreasi dan imajinasi itu dapat kita saksikan dalam Pameran Bonsai Lokal atau pun Nasional,” pungkasanya. (Nopri)