Dan…,Mereka Hijrah Di Baitul Makmur

 

Palembang, Lamanqu.comSebagian warga yang berdomisili di seputaran komplek Perumahan Griya Cipta Sejahtera (GCS) memadati Mushalla Baitul Makmur. Selebihnya mengambil tempat di bawah tenda persis depan mushalla.

Kesibukan nampak jelas di kawasan perumahan GCS yang berada di Jalan Macanlindungan, RT 10/RW 05, Kelurahan Bukitbaru, Kecamatan Ilir Barat I, Kota Palembang sehari sebelum peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1440 Hijriah. Para remaja mushalla saling bahu-membahu membersihkan serta memersiapkan segala sesuatunya. Tak hanya jemaah lelaki, ibu-ibu di komplek ini pun begitu bersemangat menyambut datangnya 1 Muharam 1440 Hijriah. Mereka kompak bahkan tiada kenal lelah dalam menjalin rasa kebersamaan.

“Sesungguhnya kita warga di RT 10 RW 05 ini berkeinginan menjaga kerukunan sesama warga agar terus terjalin silaturahmi. Dan, yang cukup membanggakan kita adalah warga di sini selalu bergandengan tangan apalagi menyambut kegiatan-kegiatan keagamaan. Lihatlah, betapa antusiasnya jemaah mushalla mulai dari kalangan anak-anak hingga orang dewasa mengikuti peringatan 1 Muharam 1440 Hijriah ini,” demikian disampaikan Syaiful Bahri, Ketua RT 10 RW 05, Perum GCS.

Hal senada juga dikemukakan Ketua Mushalla Baitul Makmur, Sugiono. Menurutnya, adapun momentum peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1440 Hijriah merupakan bagian penting dalam mengingat peristiwa hijrah yang dijalankan oleh Nabi Muhammad SAW. “Jujur saja, terkadang kita sering lupa bagaimana tahun baru Islam. Nah, alhamdulillah di Perum GCS ini, peringatan 1 Muharam masih tetap kita meriahkan. Paling tidak generasi anak-anak kita mengetahui oh begini toh tahun baru Islam…?.” ia mengatakan.

Peringatan menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam yang diselenggarakan warga Perum GCS di Mushalla Baitul Makmur berlangsung Senin, 10 September 2018.  Tepat pukul 18.40 WIB, para jemaah mushalla disuguhkan dengan penampilan Grup Rebana GCS pimpinan Hj Sujati. Suasana di mushalla pun seketika terasa kental dengan nuansa islami. Beberapa lagu-lagu syiar islam berkumandang di ruangan mushalla.

“Walaupun alat musik yang kita punya seadanya, namun ibu-ibu cukup menjiwai saat membawakan lagu islami,” cetus Sujati.

Usai shalat Isya berjemaah, acara pun dilanjutkan dengan ceramah agama yang disampaikan H Syamsul Bahri. Di acara peringatan 1 Muharam 1440 Hijriah seharusnya seluruh umat Nabi Muhammad SAW patut bersyukur.

“Perbanyaklah rasa syukur pada Allah SWT. Jangan sampai cinta kita pada Allah seakan pupus karena duniawi. Kita ingin memberikan cinta kita pada Rasul karena beliau masih mengalirkan cintanya pada semua umatnya. Memuliakan Rasul adalah tugas kita. Dan, ini tabungan tidak bergaransi. Siapa yang rajin membaca shalawat insyaallah selamat dunia akhirat,” ujar dia seraya mengajak jemaah Baitul Makmur shalawatan.

Bagaimana sepak terjang Nabi Muhammad di kala mensyiarkan agama Islam? Syamsul berkata, amat berat sekali. Namun atas kuasa dan seizin Allah SWT, Muhammad pun selamat dari berbagai macam rintangan dari kaum kafir qurais.

“Lantas pertanyaannya, mengapa di antara kita masih berat untuk shalat di mushalla atau masjid? Sedangkan Rasulullah saja berjuangan menegakkan agama Islam. Bapak-bapak dan Ibu-ibu, saya mau tanya, setan itu banyak di mesjid atau di kafe…? Jawabannya, jelas setan itu banyak menggoda manusia di rumah mushalla ataupun mesjid. Ada-ada saja kelakuan setan ,” dituturkan Syamsul.

Dan, siapa yang bertawakal kepada Allah SWT, sambung Syamsul, maka bersiap-siaplah bantuan dan pertolongan pun akan datang. “Sudah kenal belum kita dengan zatnya Allah…? ibarat pepatah, ‘tak kenal tanda tak sayang, tak sayang tanda tak cinta’…,” lanjutnya.

Cerita Syamsul, dalam Alquran sudah diajarkan sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. Serta orang-orang yang khusuk dalam shalat. Sentuhan Allah dan Rasul, tidak adanya pisah lagi. Untuk itu, jangan pernah takut sebab Allah SWT bersama hambanya.

“Itu pesan Nabi. Jangankan di zaman itu, zaman sekarang ini pun banyak yang murtad. Ada yang berzikir tetapi tidak pernah ke mesjid. Cintanya pada Allah SWT cinta palsu. Walau ia Islam, tapi tidak pernah shalat di mesjid maka dia boleh dibilang munafik,” ditegaskannya.

Berikutnya Syamsul mengisahkan, makna hijrah di 1 Muharam 1440 Hijriah boleh jadi sebuah titik balik menuju ke arah yang baik.  Ini sesuai dengan kata Nabi Muhammad ‘ tuntutlah ilmu dari buaian sampai ke liang lahat’. Lantas, apa saja perlu kita capai ketika menjalankan hijrah? Ada hal yang perlu kita capai yaitu jagalah yang lima sebelum datang yang lima.

“Jagalah hidupmu sebelum datang matimu. Artinya ibadah kita benar-benar dijaga. Islam terdiri dari lima huruf. Siapa-siapa yang sengaja meninggalkan ibadah shalat, maka dia adalah orang kafir. Kalaulah usia kita beranjak 40 tahun belum juga shalat, maka selamanya ia tidak akan shalat. Jagalah masa sehatmu sebelum datang sakitmu. Jaga masa lapangmu sebelum datang masa sempit. Jagalah masalah muda sebelum datang masa tua.  Terakhir kata Rasul, jagalah masa kaya sebelum datang masa miskin. Tentu kita saat ini sedang menanti alam yang tidak berkesudahan,” diuraikannya.

Pun di penghujung acara peringatan 1 Muharam 1440 Hijriah kali ini, para jemaah Mushalla Baitul Makmur mendapatkan kabar duka. Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Salah satu tokoh masyarakat yang bermukim di Perum CGS telah menghadap sang Ilahi. Atas nama Abu Bakar bin Mahmud meninggal diusia ke-59.

Innalillahi Wainna Illahirojiun. Mari doakan agar almarhum mendapatkan tempat yang laik disisiNya. Juga bagi keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keihklasan,” tutup Syamsul Bahri.  (DI)