Aksi #2019Gantipresiden Dianggap Duri Dalam Daging

Palembang, LamanQu.com – “Tidak ada satu aturan pun yang melanggar pakai baju ini”, seraya menunjukan kaos warna hijau yang dia kenakan bertuliskan didadanya #2019Gantipresiden. “Saya mintak tunjukan dimana?”, ungkap Beni Iskandar, seorang advokat Palembang merupakan salah satu peserta jalan santai kebetulan hadir di Kambang Iwak, pagi Selasa 11/09/18. Saat dia dikerumuni para awak media untuk memintai keterangan akan dirinya dan ratusan peserta jalan santai lainnya mengenakan kaos yang kontroversi sedang viral secara nasional jelang Pilres 2019 mendatang.

 

Suasana di Kambang Iwak pagi ini bersamaan dengan 1 Muharam 1440 H Tahun Baru Islam hari libur nasional, tempat tongkrongan sekaligus dimanfaatkan sebagian masyarakat Palembang untuk jalan santai ini, sama seperti pagi hari hari libur sebelumnya, nuansa sejuk, ditambah sedikit lembab setelah malam harinya tersiram sedikit hujan. Berbedanya pagi ini peserta yang jumlah nya ratusan ini seperti sporadis dengan mengenakan baju warna warni bertulis #2019Gantipresiden.

M. Iskandar Sabani, sang advokat naluri aktivis 1998 nya terpancar dari gaya berbicara nan santai dan bernas. Ketika ditanya baju yang dia kenakan ini mengundang tanya orang ditambah dia tidak sendiri disini, ratusan orang pada bersileweran mengenakan kaos ini, “Nah ini sepertinya ada yang ditakutkan seolah olah taggar ini sebuah gerakan ganti presiden sekarang ini.”, ungkapnya.

“Lah ini tidak ada yang salah”, tegas dia. Iskandar lanjutkan, “Jika ada yang mengatakan salah dimana undang undang nya.”.

“Tidak ada satupun aturan yang mengatakan memakai baju ini melanggar undang undang.”

“Semua orang tahu kebebasan mengeluarkan pendapat dimuka umum baik lisan maupun tulisan dari dulu sudah ada dalam aturan undang undang dasar Negara kita, kenapa harus dihilangkan”, tegas nya.

Dia melanjutkan, “Kita tidak menggangu kok, tidak yel yel atau makar ini biasa saja cuman memakai baju”.

“Ahli tata Negara pun Mahfud MD mengatakan #2019Gantipresiden tidak melanggar undang undang”, tegas dia. “Banwaslu dan KPU mengatakan ini bukan larangan”, imbuhnya lagi.

 

Disinggung mengenai jika gerakan aksi ini merupakan kemauan sendiri atau ada yang menggerakan, dia menjelaskan “Ini jalan santai , lah kemauan sendiri lah, ya jka mengetahui dari mana ya Medsos, teman teman di Medsos banyak disini”.

 

Ditanya lagi jika gerakan ini mengganggu ketertiban umum dan aktifitas warga yang berjogging, Beni mengungkapkan, “Tidak, ini mengalir saja cuman jalan santai saja seperti hari Minggu dan hari libur lainya ini aman aman saja”.

“Ini bukan kegiatan yang dikoordinir”, terang nya ketika ditanya ada surat pemberitahuan kah dari kepolisian jalan santai ini.

“Ini secara spontan saja, tidak ada panitia tidak ada korlap, tidak ada ketua , hak menyampai kan itu boleh boleh saja, dan ini berjalan sendiri sendiri”, pungkas nya.

 

Dolly Reza Fahlevi, Pengamat Sosial dan Politik Sumsel hadir pada aksi jalan santai ini, menuturkan “aksi yang digawangi seluruh individu ini merupakan perwujudan dari hak konstitusi warga Negara, fakta dilapangan banyak sekali pihak aparat yang menyebar di sekitar lokasi, bisa dihitung dari jumlahnya melebihi dari jumlah peserta aksi sendiri”.

Dolly Reza Fahlevi paling kanan bersama peserta aksi jalan santai lainnya

 

“Artinya, lanjut Dolly, “pihak keamnan terlalu berlebihan menyikapi aksi jalan santai ini, secara fisikologis ini adalah bentuk tekanan dari pihak aparat terhadap peserta aksi jalan santai”, tutunnya.

“Walaupun tidak secara langsung melarang peserta aksi jalan santai”, terang Dolly.

“Padahal ini cuman jalan santai, yang bedanya peserta mengenakan kaos taggar ganti presiden 2019”, imbuhnya.

Ditanya sepertinya ada kepentingan dibalik kekhawatiran aksi ini, Dolly menjelaskan,“Hal ini momok bagi pemerintah, kita harus tahu kenapa #2019gantipresiden ditakuti” lanjut nya, “karena ini merupakan symbol, ya symbol dari harga bbm naik, beras naik, listrik naik, dollar naik dan semua naik”.

“Ini lah sebuah symbol bahwa masyarakat menolak atas kebijakan pemerintah hari ini”, tegas nya.

Ditanya mengenai aksi taggar mengenakan baju ini kan sering dihadang berkesan dihalangi halangi, Dolly berpendapat, “Hemat saya gerakan aksi #gantipresiden 2019 ini akan terus menggaung dan menggemah, semakin ditekan semakin membesar”

“Nah ini lah kita sebagai bangsa sebaiknya melihat hal ini sebagai keritik membangun untuk melihat kemajuan bangsa kedepan”, imbuh dia. “ Bukan suara suara seperti ini diartikan sebagai duri dalam daging”, tutup Dolly Reza Pahlevi. (JL)