Kemunculan Vespa Pertama di Indonesia, Menjadikan Indonesia Surganya Vespa Dunia

Alasan mengapa Vespa lebih disukai ialah lantaran desain motornya yang klasik dan menarik. Di negeri asalnya, Italia, Vespa atau skuter menjadi ikon besar seperti halnya fesyen. Dulu di pasaran, vespa memiliki saingan berat skuter merek Lambretta, namun sekarang vespa berkembang tanpa pesaing. Hanya saja Vespa masih bersaing ketat dengan sepeda motor pabrikan Jepang.

Sejarah Vespa di Indonesia tak luput dari kisah Vespa congo yang mempengaruhi perkembangan nya di tanah air, pada awal kemerdekaan RI Vespa Congo diberikan sebagai Penghargaan oleh Pemerintah Indonesia terhadap Pasukan Penjaga Perdamaian Indonesia yang bertugas di Congo saat itu.

Menurut beberapa narasumber, setelah banyak Vespa Congo berkeliaran di jalanan Indonesia, mulailah Vespa menjadi salah satu pilihan kendaraan roda dua di Indonesia saat itu. Importir lokal turut mendukung laju perkembangan Vespa di tanah air.

Hingga saat ini sudah puluhan tipe Vespa yang telah mampir di Indonesia. Dari yang paling antik hingga yang paling baru ada di Indonesia. Sampai saat ini Indonesia mungkin masih dapat disebut sebagai surganya Vespa, namun maraknya ekspor Vespa, sedikit telah banyak mengurangi populasi Vespa di Indonesia.

Dari sinilah muncul sebuah gagasan untuk memperkenalkan vespa lebih dalam bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia melalui pameran foto. Pameran yang berisi sekitar 27 koleksi foto ini juga terdapat sebuah karya seni foto yang diaplikasikan dalam sebuah daun besar berwarna cokelat. Uniknya, ketika lampu dinyalakan, daun tersebut menampilkan sebuah gambar vespa. Unsur klasik vespa pun terlihat jelas pada media daun berwarna coklat tersebut. Seni foto yang berjudul Don’t Leaf Me Alone ini memiliki makna solidaritas persaudaraan antar pengguna vespa di manapun berada, khususnya di Indonesia.

Hingga kini Vespa di Indonesia dapat menjadi sebuah wadah untuk mempererat tali silahturhmi di antara kalangan penggemar fanatik vespa di tanah air.