Afzarki Indoboga Makin Benderang Dalam Sinar Digitalisasi

Palembang, LamanQu.com–Dalam sebuah kumpulan karya sastra, Kumpulan Cerita Pendek (Cerpen) Pilihan cetakan Kompas Media, merujuk pada salah satu judul, ‘ Jangan Melawan Sinar Rembulan’

 

Dikisakan secara implisit di era sekarang ini hanya manusia yang melek pengetahuan lah yang bisa selamat dari kecanggihan temuan manusia modern.

 

Ada kekhawatiran samar bagi sang penulis akan typical dan kesiapan masyarakat kita menghadapi era dimana sinar rembulan itu bersinar seantero Asia hingga Nusantara.

 

Sebagian kecil dari masyarakat masih enggan menoleh sinar sinar itu. Tak bisa dipungkiri dalam hitungan kurang dari satu menit ketika sebuah aplikasi dinyalakan, telpon genggam akan berdering, berita atau suara nan ramah hampiri kita, ” Bapak mau diantar ke Bandara, saya datang dalam 5 menit…”.

 

“Atau yang lain nya, ” Mbak pesan 3 bakso, 3 porsi ayam Penyet, tunggu saya dalam 10 menit.

 

Afzarki Indoboga, sesungguhnya tidak dalam melawan sinar rembulan dalam analogy cerpen dimaksud. Dia tengah menari dan berdansa dengan irama nya tersiram sinar rembulan itu.

 

Dia manfaatkan perkembangan era ini. Dunia cetak media, misal nya saja,  pelan serta perlahan semakin berkurang pembaca.

Maaf jika tak pantas ungkap disini, salah satu dampak buruk era digitalisasi ini gulung tikarnya atau rumahkan beberapa karyawan media cetak, karena menjamur dan atau media online lebih diminati.

 

Lah malah Afzarki Indoboga sudah paling duluan gandeng atau percayakan publikasihnya dengan media online.

 

Direktur Operasiona Afzarki Indoboga, Pusparia W Rahardjo dalam bincang mendalam dengan media online menuturkan jika pihaknya tidak menampik peluang promosi usaha melalui media digital seperti website atau media sosial (medsos).

 

Afzarki Indoboga juga memanfaatkan dunia digital seperti website sampai ke media sosial untuk alat promosi. Begitupun, teman-teman pengusaha katering di Palembang juga semua sudah sadar pentingnya digitalisasi,” ujarnya, Selasa (28/8).

 

Bagi Pusparia, hal tersebut penting karena saat ini sudah zaman modern. “Jika ingin mencari informasi tentang penyedia jasa katering, konsumen hanya tinggal mengakses internet saja,” ujarnya

Walaupun, lanjutnya, tetap masih ada saja orang yang tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan akses digital yang sangat mudah itu.

 

“Ada juga modus penipuan di internet bahwa ada pihak yang ingin order banyak dan menghubungi para pengusaha katering di Palembang. Untungnya, tidak satu pun dari kami yang tertipu dengan orderan palsu itu,” ungkapnya.

 

Disinggung tentang aplikasi jasa katering, Pusparia menganggap hal tersebut bisa diterapkan di Palembang. Walaupun mungkin pesanan tidak sebanyak ketika menghandle satu event, namun hal tersebut merupakan salah satu cara untuk mempromosikan usaha katering yang ditekuni.

 

“Digitalisasi yang berbentuk aplikasi itu penting juga buat pengusaha katering pemula. Karena itu adalah kesempatan untuk mengenalkan usahanya ke masyarakat luas. Walaupun kecil, namun semua usaha itu harus dimulai dari bawah (kecil), dan lama-kelamaan akan menjadi besar,” lanjutnya.

 

“Setiap ada kegiatan nasional, pemasaran secara digital sering menjadi topik pembahasan. Saya pun tidak pandang bulu. Semua anggota APJI Sumsel, saya kasih semua (sosialisasi pemasaran digital),” ujar perempuan yang juga merupakan Ketua umum Dewan Pimpinan Daerah (DPD) APJI Sumsel ini. (Fan)