Pengendara Matic Nyinyir Di Asian Games 2018

asean games

Reporter: Fandi | Editor: Arjeli SS

Palembang, LamanQu.com- Persepsi dan khayalan melebur pada pantauan mata meransek langsung ke suasana perhelatan olahraga wong Benua Asia, Asian Games 2018, Palembang Minggu, 19/8/18.

Merupakan hari pertama setelah malam nya, kemarin Sabtu malam Minggu obor berhasil dinyalaka Susi Susanti sang Pebuluh Tangkis kebangggaan Indonesia perebut Gold Mendali pada ajang bergengsi se Asia ini juga.

Dinyalakan nya obor Asian Games 2018 berarti resmi juga cabor demi cabor siap ditandingkan dan dilombakan.

Roda 2  kelas metic baru saja meluncur dari kawasan bukit Palembang sang pengendara nampak akrab sekali dengan bebek matic 108 CC nya, selang kurang dari 20 menit saja kawasan Unsri Bukit dan Kambak Iwak dia lahap sehingga Monpera seperti biasa memiliki potensi jebakan macet yang haruskan dia putari Masjid Kesultanan Palembang Darusalam,, tepat sekali di Masjid Agung itu lah jantung kota pempek ini bersemayam yang  mereka biasa sebut kilometer nol nya Kota Palembang.

Liza Sako Tokoh Perempuan Palembang dan Letko Inf Hony Havana pernah ungkap pada moment pembekalan yang digelar di 3 kota, Palembang, Jakarta dan Bandung. Sikap friendly atau ramah merupakan nilai nilai yang tak perlu dikonversi seperti kala kita mau belanja dengan mata uang yang berlaku pada tiap negara yang berbeda. Artinya keramahtamahan itu bisa keterimah semua bangsa di dunia.

Roda 2 matic tahun pembelian November 2018 tertera di plat no polisi bebek hitam itu melanggeng hanya sedikit saja merayap menapaki mulut jembatan Ampera tepat berdiri di belakang kami siang nan sejuk itu liukan deretan air mancur yang pengaruhi cuaca siang jelang sore itu buat suasana tamba adem.

Sebelah kiri mulut Ampera itu, seorang Polantas berdiri melambaikan gerakan lengan kanan nya pertanda atau berikan tanda kendaraan yang ada didepanya silahkan maju terus dengan pelan dan tak boleh berhenti di sepanjang jempatan Ampera.

Per kurang dari sepuluh meter saja seorang anggota TNI juga hadir berdiri sehingga baru disadari rasa aman sebagai warga itu koyo gini loh. Macet sedikit tapi tak begitu terasa tetap bisa dan lancar. Terbukti selang hampir 10 menit saja setelah melampai flyover nuansa semarak kawasan Jakabaring Sportcity sudah mulai kian terasa. Mulai dari ramainya pengunjung, sistem pengamanan dan transportasi terintegrasi dengan baik disini.

Penelusuran harus lah berbuahkan cerita ringan entah buat evaluasi atau kandungan ekspektasi masa akan datang. Alfiey sang potographer kawakan berkebangsaan Singapore, Reuter mengutus nya memberikan kesan.

Kata dia, “Volunters disini baek baek, punye hatie tuk tolong orang”, aksen Melayu kental sekali dia sampaikan. Sama hal nya dengan teman satu negara nya, Syamir, penulis The Straight Times,  food and meals are provided here, it is  nice that Indonesian has this event. Ya wajar saja karena pertemuan dengan sahabat baru ini tepat di Pusat media center, dimana kebutuhan para journalist disediahkan disini.

Tepat diparkiran gedung Media Center itu sepasang petugas jaga Arus transit bus, uniform Dishub mereka kenakan, dia sebut namanya Akbar mengatakan menu tersedia dari awal dia bertugas amatlah bervariasi dan tidak menoton. Sejauh ini dia sangat puas dengan racikan isi nasi kotak yang dia bisa nikmati sembari jalankan tugas di Asiam Games 2018 ini.

Masih di seputaran  Gedung Media center, sang Polisi ramah Chan tertulis diatas kantung bajunya sebelah dada kanannya. Dia isyaratkan porsi sangat pas untuk ukuran dia, lauk tiap hari siang dan petang selalu berubah begitu juga dengan buah semua digilirkan sebagai pencuci mulut kata Kak Chan.