Mobile Legend Disukai Penggemar Ditakuti Orang Tua, Kenapa?

Reporter: Rahmat Septuawan | Editor: Arjeli SS

Palembang, LamanQu.com- Dikantin kantin SD sampai perguruan tinggi ketika kita melintas ditongkrongan anak anak laki laki dan remaja, pelajar or mahasiswa bagi orang awam pasti akan terkaget kaget, tanpa sengaja mampir dipendengaran kita, “Entar malem  kita mabar ML lagi yuk Di..”, (panggilan Adi) ujar temannya, yang berusia sama. Bagi sebagian orang tua kelahiran jaman waw, ini anak anak sudah pada pada gak beres, masih kecil bicara seronok seperti itu. Mangkahnya jangan cepat buru buru ambil kesimpulan dulu.

ML tidak serta merta diartikan ‘Making Love’ bahasa sono nya berhubungan dengan titik.(sensor). ML singkatan atau kependekatan dari kata ‘Mobile Legend’ merupakan Game yang di kembangkan dan diterbitkan oleh Moonton, dengan rancangan khusus ponsel. Mobile Legend merupakan salah satu game berjenis Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) yang jika di terjemahkan kedalam bahasa Indonesia berarti; “Permainan Arena pertarungan online” jadi jika di simpulkan Mobile Legend adalah game online multiplayer yang permainanya bertema pertarungan arena atau battle ground 5 VS 5.

Bertarung dengan battle ground 5 VS 5, kedua tim lawan bahu membahu dan berjuang menggunakan Hero untuk mencapai dan menghancurkan Base musuh sambil mempertahankan Base mereka untuk mengendalikan tiga jalur yang di kenal dengan ‘Top’, ‘Midle’, dan ‘Bottom’ yang menghubungkan base-base. Di setiap  base atau biasa di sebut turret, mampu menembakan tembakan yang dapat membunuh Hero. sedangkan untuk menghancurkan turet musuh, para pemain memerlukan prajurit yang di sebut ‘Minions’ yang terkontrol oleh komputer untuk melewati jalur dan menghancurkan turet.

Di rilis sejak 11 Juli 2016 di Server Android dan 9 November di Server IOS, sedangkan pada 11 Juli 2017 Mobile Legend/Moonton sempat di gugat oleh perusahaan Riots Games (RG) yang mengembangkan dan menerbitkan Game Personal Computer (PC). Dalam gugatan mereka, pengacara RG menyatakan bahwa Moonton melakukan Pelanggaran Kekayaan Intelektual antara lain; mengenai aspek logo, karakter, rancangan peta, rancangan hero, dan rancangan monster.

Namun pada hari yang sama pula Moonton merilis sebuah pernyataan melalui facebook resmi mereka dengan mengatakan bahwa pihaknya mengklaim hak ciptanya telah terdaftar dan dilindungi di banyak negara di seluruh dunia dan mengancam tindakan hukum terhadap media dan pesaing karena menyebarkan informasi palsu tentang Moonton dan permainannya.

Di hitung sejak awal rilis Mobile Legend telah download Lebih dari 100 Juta kali dengan Rate 4,4 di play store dengan terhitung pendownload dari seluruh dunia.

Salah satu maniac game Mobile Legend yang berasal dari Palembang ialah salah satunya Edho (23) yang merupakan penggemar ML sejak Season 2 yang mana kurang lebih sejak akhir 2016 Edho sudah mulai menyukai ML.

Saat di temui di Meja PC nya Edho mengaku bahwa ia Menyukai Game Mobile Legend itu karena ML memang di rancang untuk ponsel sehingga gampang di bawa dan lebih fleksibel, “Alasanyo menurut saya Game HP itu simplelah mudah di bawak kemana saja dan ini sangat nyaman.” ungkap Edho.

Menurut Edho bahwa dari Game Moba 5 VS 5 lain nya Moblie Legend lebih unggul dari Game Moba lain baik dari segi kenyamanan dan dari segi pemilahan Hero.

“Kalau saya mobile legend yang lebih unggul ya, Keunggulan Mobile legend itu kalo untuk grafik lumayan lah tapi kalo untuk kenyamanan lebih enak ML dari yang lain, kalo game lain itu tank nya lebih sakit dari pada yg lain sedangkan ML Tank, MM, Fighter, dan Mage punya ke ahlian tersendiri.” Jelas Edho.

Tentunya agar tidak merasa bosan, para pemain tentu harus mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk membeli pakaian atau biasa di sebut Skin, Edho sendiri mengaku bahwa ia telah menghabiskan uang sebesar Rp. 1,8 juta untuk membeli sejumlah Skin. “Kalo beli diamond sudah habis 1,8 juta lah. Dari 1,8 itu bisa dapet 20 skin lebih,” Tutur Edho.

Dari sejumlah Hero Edho mengaku lebih tertarik menggunakan hero Hayabusa yang bertipe Assasin, Edho beralasan Hayabusa sangat sulit di tangkap meski ada beberapa counter Hayabusa yang menyebalkan, “Kalo secara khusus seneng make assasin Hayabusa, karna Bisa push tower, susah di kejer.. Apa lagi kena gang pake ulti setelah itu pake skill satu, terus langsung lari lagi.” ungkap Edho Berapi-api.

“Kalo counter hayabusa itu banyak ya tapi saya sering ketemu zilong, itu agak sulit menurut saya.” Lanjut Edho.

Jika di Dunia Memiliki banyak tim terbaik maka di Indonesia khususnya Palembang Edho menjelaskan bahwa ada 2 orang kebanggaan Palembang yang dapat peringkat di tingkat nasional yakni Emperror dan Marsha. “Kalo squad favorit itu nggak ada ya, tapi kalo orang Palembang ini kito punyo Emperor sama Marsha ya.” Ujarnya.

Edho berencana untuk kedepan bahwa ia akan terus berusaha mengembangkan skillnya lagi dan akan ikut serta dalam beberapa turnamen mendatang. “Untuk kedepan ada ya rencana ikut turnamen, tapi kalo skala nasional itu kayaknya belum, nah kalo skala provinsi sama daerah masih lah di sempatkan.” Tutup Edho.

Game Bukan lah penghalang untuk seseorang menjadi sukses hal itu tergantung dari bagaimana orang tua Gamer menanggapinya dan tergantung dari Gamer itu sendiri. Selagi masih di jalur Positif maka alangkah baik nya jika orang tua mensupport anak-anak mereka, tidak sedikit dari gamer yang sukses meraih penghasilan jutaan rupiah perbulan semisal saja jess no limit yang telah meraup jutaan rupiah perminggu dari streaming video game di Youtube.