Liza Sako dan Dandim 0418 Dampingi M.Iriawan Pembekalan Asian Games 18.8.18, Pusdai Bandung

Bandung, LamanQu.com-Seperti diketahui puncak pembukaan perhelatan olahraga bergensi Asian Games 2018 dengan mengambil digit kode angka 18.8.18 yang berarti secara harpiah saja orang menterjemahkan dengan, pertama bertanggal 18 bulan delapan yaitu Agustus dan delapan belas adalah singkatan dua ribu delapan belas yang merupakan tahun, ya tahun ini juga tepat nya delapan belas hari lagi saja.

Sedankangkan yang kedua kode digit seperti itu mengikuti trend digit yang berarti era digital. Yang segala sesuatu nya semua digerakan dengan tombol tombol digit. Mudah mudahan saja tidak terlalu melenceng dengan pemikiran orang orang yang terlibat langsung pembuatan ikon kode 18.8.18 bisa dieja delapan belas titik delapan titik delapan belas dalam hal ini Inasgoc yang berdiri dibelakangnya.

Seperti nya kesempurnaan event besar dan bergengsi ini harus benar benar dipersiapkan dan dibentuk dengan secara sesempurnah mungkin agar hasil nya memperoleh dan mencapai seperti yang diinginkan semua pihak. Daya tarik serta magnit kegiatan klosal se Asia ini juga membimbing Sang Tokoh Inspirasi Perempuan Kota Palembang yang lagi lagi ada pada jejeran motivator sekelas Nasional untuk urusan gembleng dan didik para volunter venue untuk lahirkan sebuah pelayanan prima yang berkemas dengan insting Nasional Kebangsaan Berkebhinekaan Pancasila tentu saja terletak ditangan sang Perwira TNI Dandim 0418 Letkol Infanteri Honi Savana.

Berbicara dihadapan 800 lebih peserta Volunteer Venue Sub Urban Liza sudah kali ketiga nya talenta mereka berdua dijajal dalam urusan ini. Pertama di Palembang Jakabaring SportCity, Jakarta GNBK dan kali ini di Bandung di Pusdai, Jawa Barat. Senin,30/07/18.

Pusat Studi Dakwah Islam (Pusdai) Bandung yang menjadi tempat terpilih sebagai Job Specification Training untuk sejumlah 800 lebih Volunteer Venue menerimah pembekalan dan training motivasi sebagai volunteer venue, Sub Urban di Provinsi Jabar.

Liza Sako dalam keterengannya menyampaikan kali ketiga ini materi yang disampaikan sama seperti di Jakabaring dan GNBK. “Kepercayaan diri para Volunteer ini kita bangkitkan dan kita semangati sehingga mereka harus miliki “Self Confidence” dalam melayani”, tutur Liza. “kemudian, lanjut Liza “Tema Karakter dalam hal ini kan supaya tidak kaku dalam bahaso kito “gagu’ dia para peserta volunteer ini harus cerdas dalam melayani, semisal berkomunikasi dengan para atlit, oficial dan tamu tamu bangsa kita”, tegas Liza.

“Alhamdullilah saya dan Pak Dandim tuntaskan juga tugas kali ini, dan kami yakin mereka adalah putra putri terbaik bangsa, yang nanti nya akan bertugas di Jabar ini, Insya Allah akan lakukan hal hal yang terbaik pula demi nama baik bangsa ini, kita doa saja ya”, pungkas Liza.

Turut hadir pada acara di Pusdai ini Pjs Gubernur Jabar M Iriawan, dalam hal ini menjadi salah satu pembicara serta diikuti oleh Manager Venue dari Inasgoc dan Sport Manager.

Dalam sambutanya Gubernur M Iriawan menyampaikan selain venue untuk para atlit dan official yang menjadi perhatian para volunteer dari cabor yang akan ditandingkan dan dikompetisikan, dia juga menyebut stodium yang tersebar di Propinsi jabar yaitu stadiun Si Jalak Harupat di Kabupaten Bandung, Stadion Patriot di Kota Bekasi, Stadion Wibawamukti di Kabupaten Bekasi, dan Stadion Pakansari di Kabupaten Bogor.

Dia juga menerangkan bahwa Provinsi Jabar dalam hal ini kebagian 5 Cabor, yaitu  sepakbola, Paragliding, Balap Sepeda, Sepeda Gunung dan Road Race, serta kano slalom.

Lebih lanjut M. Iriawan menambahkan untuk perlombaan yang diluar stodium,  ” Ya seperti sudah kita semua ketahui untuk perlombaan Paragliding di Gunung Mas Puncak, Kabupaten Bogor, kano slalom di Bendung Rentang, Kabupaten Majalengka, mountain bike di Suang”, ungkap Iriawan.