Dekonstruksi dan Reformulasi Pengaturan BUMN Jadi Kajian ‘Doctoral’ Bahrul Ilmi Yakup

Reporter: Fandi | Editor: Arjeli SS

Palembang, LamanQu.com-Program Doktor Ilmu Hukum, Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya, menggelar sidang terbuka Promosi Doktor kepada Bahrul Ilmi Yakup, dengan disertasi Dekonstruksi dan Reformulasi Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) : Upaya Menciptakan BUMN Untuk Kesejahteraan Rakyat. Ujian yang berlangsung di Hall FH Towet Lt 8 Tower, Sabtu (28/7)

Sidang terbuka Promosi Doktor ini dipimpin oleh Dekan Fakultas Hukum Unsri Dr. Febrian, S.H, M.S, dan didampingi oleh Dr. K.N Sofyan Hasan, S.H, M.H, Prof. Amzulian Rifai, S.H, LL.M, Ph.D, Prof. Dr. H. Joni Emirzon, S.H, M.Hum, Prof. Dr. Bismar Nasution, S.H, M.H, Dr. Zen Zanibar, S.H, M.H, Dr. Happy Wasito, S.H, M.Sc.K.N, dan Dr. Ridwan, S.H, M.H.

Acara sidang ini dihadiri,  Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan H. Mukti Sulaiman, Komisioner KPU Sumsel Ahmad Naafi, Ketua DPC Peradi Kota Palembang, para akdemisi dan para advokat yang ada di Kota Palembang.

Dalam disertasinya, Bahrul Ilmi Yakup menyampaikan 4 rekomendasi diantaranya;

Pertama, Dewan Perwakilan Rakyat selaku pembentuk Undang – Undang, seyogianya menyusun undang-undang Badan Usaha Milik Negara yang memenuhi syarat teoritis, dan sesuai dengan kehendak Pancasila sebagai philosophisce grondslag dan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai grondrechten.

Bagian Kedua Bahrul Ilmi Yakup, merekomendasikan bahwa, Dewan Perwakikan Rakyat dan pemerintah harus mengatur dan mengelola Badan Usaha Milik Negara dalam tiga bentuk badan hukum, yaitu BUMN sebagai organ negara yang memiliki wewenang publik secara inheren; BUMN sebagai badan hukum khusus yang memiliki wewenang publik sebatas delegasi atau penugasan oleh negara; BUMN sebagai badan hukum privat yang tidak memiliki wewenang publik.

Kemudian Bahrul Ilmi Yakup mengisyaratkan bahwa, Hendaknya DPR dan pemerintah segera mengganti Undang-Undang No.19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara dan mereformulasi Rancangan Undang – Undang BUMN dengan melakukan penghapusan norma, penyesuaian norma, atau penambahan materi muatan pengaturan BUMN, itu merupakan rekomdasi nya yang ketiga.

Pada Bagian akhir yang menjadi  rekomendasi nya Keempat yang berbunyi, “Hendaknya DPR selaku pemegang kekuasaan legislatif segera melakukan harmonisasi terhadap beberapa norma Undang – Undang terkait, yaitu:

Norma Undang-Undang yang terkait dengan pengaturan keuangan dan aset BUMN, antara lain Undang-Undang No.1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, Undang-Undang No.17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, Undang-Undang No.31 Tahun 1999 yang diubah dengan Undang-Undang No.20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Perlakuan Harmonisasi dari norma Undang-Undang diatas menurut Bahrul Ilmi Yakup perlu di reformulasi.

Selanjutnya, Bahrul Ilmi Yakup, menyampaikan rekomendasinya untuk harmonisasi kedua yaitu Norma Undang-Undang yang mengatur status karyawan BUMN dalam Undang-Undang No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan Undang-Undang No.21 Tahun 2000 tentang Serikat pekerja, dan Undang-Undang No.2 Tahun 2004 tentang Peradilan Hubungan Industrial. Bagian ini juga dalam kajian nya yang perlu reformulasi dan didekostruksi.

“Saya akan sampaikan hasil penerlitian ini, kepada Kementrian BUMN, DPR, dan Pemerintah secara  umum”, jelas Bahrul.

” Terimakasih kepada semua pihak,  terkhusus Promotor, Co-Promotor dan para tim penguji, terhusus untuk keluarga yang telah memberikan suport,”ujar suami Yuseva ini.
Selaku Pimpinan Sidang, Dekan Fakultas Hukum Unsri Dr. Febrian, S.H, M.S, menyatakan saudara Bahrul Ilmi Yakup lulus dengan nilai sangat Memuaskan dan beliau doktor ke 36 yang diluluskan Fakultas Hukum Unsri.

“Saya ucapkan selamat, semoga gelar yang telah dicapainya dapat bermanfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara,”tuturnya.

Sementara itu, selaku Promotor Prof. Amzulian Rifai, S.H, LL.M, Ph.D juga mengucapka selamat kepasa Bahrul Ilmi Yakup yang telah menyandang gelar Doktor.
“Karena masa studi, beliau tidak dapat meraih Summa Cum Laude. Saya ucapkan selamat dan jaga nama baik almamater,”pungkasnya.