Pemkot Palembang Tuan Rumah Konferensi Lingkungan MAB-ICC UNESCO, Ini Alasanya

Reporter: Fandi | Editor: Arjeli SS

Palembang, LamanQu.com Welcome Dinner “The 30th Session of  The Man and The Biosphere Programme International Coordinating Council (MAB–ICC) UNESCO” acara berlangsung di Rumah Dinas Walikota Palembang Jl.Tasik No.12A Palembang, Jum’at (27/7).

Turut hadir dalam acara staf khusus Gubernur Sumsel Dr.Najib Asmani, Ketua ICC MAB UNESCO Paris Miguel, Presiden ICC MAB Prof.Dr.Sudarmono Wati, Direktur UNESCO Jakarta Hars Thulstup.

Plh Walikota Palembang, Harobin Mustofa dalam sambutannya menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan kesempatan bagi kita semua untuk membeberkan kemajuan kota Palembang yang merupakan ibu kota provinsi Sumatera Selatan yang ditunjuk sebagai sebagai tuan rumah Asian Games 2018 yang tinggal 23 hari lagi.

Masih dalam sambutan Harobin ajaknya, “kita harus bangga dan puas dengan sistem program dan kedepannya diharapkan dapat terwujud nya pembangunan yang berkelanjutan dan berkesinambungan”.

Hairobin menyinggung soal Asian Games yang kata dia perhelatan besar olahraga se Asia tinggal 23 hari lagi kota Palembang Provinsi Sumatera Selatan atau menjadi tuan rumah Asian Games 2018 akan dilaksanakan sebentar lagi jelas membutuhkan situasi dan kondisi yang aman dan kondusif pada Asian Games 2018 ini.

” Kita patut berterimakasih kepada pemerintah pusat karena telah mempercayakan Kota Palembang sebagai tuan rumah konferensi ini”, ujar Hairobin disela acara.

“Kita patut berbangga”, lanjut dia, ‘ karena keanggotaan organisasi MAB-ICC UNESCO yang berinduk langsung ke UNESCO ini yang beranggotakan lebih dari 60 negara”.

” Untuk Asia kita negara ke 2 setelah Korea yang ditunjuk jadi tuan rumah konferensi, di Indonesia Kota Palenbang terpilih jadi tuan rumah karena kita telah menjalankan Budaya gotong royong, jaga lingkungan jauh sebelum organisasi ini dibentuk, nah kaitanya dengan kota Palembang”, tegas nya, “Anda tau sendiri yang dikakukan oleh Pak Harno”.

“Ini kan program lingkungan, lanjut Hairobin, “tentang bagaimana manusia menciptakan biosfer dunia, disitu ada isu kategori kota yang layak huni,  Kota Palembang terpilih kota layak huni setelah Kota Solo, nah ini sinergi yang harmonis”, ungkap Hairobin.

” Jadi kita berharap dengan ada nya konferensi ini Palembang akan dikenal di semua negara anggota MAB-ICC Unesco”, tutup Hairobin.