Mada Akui Pertemuan Dengan Ombudsman Soal Laporan Dolly

Reporter: Fandi | Editor: Arjeli SS

Palembang, LamanQu.com-Terkait pemberitaan dugaan diskriminasi dan Mal-administrasi seleksi dalam tahapan dan proses seleksi calon anggota Bawaslu Kota Palembang yang dilakukan oleh Tim Seleksi Bawaslu Kota Palembang. Buntut dari ketidakpuasan atau sikap tidak terimah dengan hasil yang diumumkan oleh Timsel Bawaslu, calon anggota Bawaslu Dolly Reza Pahlepi dan Hendra selaku kuasa hukumnya, kemudian membawa persoalan ini ke Ombudsman dan DKPP.

Ketua tim seleksi Bawaslu Kota Palembang angkat bicara.

Dr. Mada Apriandi Zuhir, S.H., MCL selaku Ketua TimSel Bawaslu Wilayah II yang dihubungi oleh awak media via what up minggu 15/7/18 pukul 21: 06 WIB mengungkapkan mengenai Laporan dan tanggapan masyarakat merupakan bagian dari demokrasi terutama keterlibatan masyarakat dan kontrol atas proses yang menentukan kebijakan terkait dengan kepentingan publik.

“Jadi, silahkan masyarakat memberikan masukan yang sebanyak banyak nya baik terhadap kinerja Timsel maupun output dari proses tersebut”.

Lebih lanjut Mada menjelaskan Untuk laporan dan pengaduan yang terdapat bukti dan identitas pelapor jelas, data dan identitas pelapor dijaga dan dirahasiakan, Timsel akan sampaikan ke Bawaslu RI, Ujar Mada

“Silahkan Bawaslu yang menyikapi. Bagaimana tanggapan dari Bawaslu RI sampai dengan sekarang belum diterima”.

Ketika ditanya apakah pihak dari Ombudsman telah melakukan komunikasi dengan Timsel.

“Mada menerangkan bahwa pihak ORI telah melukan komunikasi dengan Timsel tepatnya pada Saptu 13/7/18 dan menanyakan tentang┬áProsedur, mekanisme dan pedoman penilaian dalam proses seleksi.

Lebih tegas Mada mengatakan yang menjadi pegangangan Timsel dalam proses tahapan seleksi anggota Bawaslu ialah buku pedoman dan arahan dari Bawaslu RI dalam setiap proses yang ada.

“Timsel siap dan selalu siap dengan dasar putusan dalam mengeluarkan output pada setiap proses”.Tutupnya