Jembatan Ogan: Rentah Usia Sudah Pasti, Kini Retak Dan Bergeser

Reporter: Rahmat Septiawan | Editor: Arjeli SS

Palembang, LamanQu.com – Jembatan Ogan yang dibangun zaman Belanda sekitar tahun 1923 ini merupakan yang menghubungkan Kecamatan SU I dan Kertapati, ditutup tadi malam. Jembatan Ogan tersebut, sekitar pukul 16.30 WIB Rabu (6/6/18) ditabrak kapal tongkang yang ditarik Tug Boat (TB) Jangkat. Akibatnya jembatan yang usianya lebih dari 90 tahun ini tiang penyangganya retak dan bergeser.

Diketahui, sebelumnya, kapal tongkang BB1 tanpa muatan batu bara itu ditarik TB Jangkat dengan nakhoda Walmer Saragih. Berlayar dari arah Nilakandi Keramasan, menuju Jembatan Musi 2. Diduga di luar kendali, tongkang menabrak bagian tengah tiang Jembatan Ogan yang berlokasi dekat Stasiun Kereta Api (KA) Kertapati tersebut.

Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) bersama Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Pol Air Polda Sumsel dan Balai Besar Pengelolaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah V Sumsel masih melakukan investigasi kasus tugboat tabrak Jembatan Ogan, Rabu (6/6/2018) sore.

“Kecelakaan ini kita masih tangani bersama pihak terkait mengapa bisa terjadinya kecelakaan dan juga menunggu hasil dari penyelidikan,” kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumsel, Nelson Firdaus, Kamis (7/6/2018).

Jika hasil dari penyelidikan kecelakaan tersebut terungkap, lanjut Nelson, pelaku harus bertanggung jawab mengganti kerusakan sesuai dengan peraturan yang ada.

“Iya, menunggu hasilnya dulu dari penyelidikan. Yang pastinya penabrak itu wajib memperbaiki kerusakan jembatan dan rumah yang rusak akibat tabrakan itu,” jelasnya.

Nelson menjelaskan, kecelakaan kapal tongkang tersebut menabrak pilar Jembatan Ogan tujuan dari perairan Palembang melakukan bongkar material tiang pancang dari PT Waskita Karya untuk pembangunan jalan tol.

“Akibat kecelakaan kapal tongkang itu terjadi keretakan di pilar jembatan,” katanya.

Setelah kecelakaan tersebut, Dishub kota Palembang dan Satlantas Polresta Palembang langsung melakukan penutupan sementara pada jalur Jembatan Ogan.

“Langsung dialihkan ke jembatan Ogan Baru dengan sistem buka tutup jalan. Intinya lalu lintas tetap berjalan,” ujarnya.