Siaga Desakan Penumpang Lebaran, PT. KAI Berlakukan Kebijakan Tarif Demi Kenyamanan

Reporter: Rahmat Septiawan | Editor: Arjeli SS

Palembang, LamanQu.comMenjelang H-10 Lebaran PT. KAI (Persero) mengadakan Upacara Gelar Pasukan di halaman Stasiun Besar Kertapati. Upacara ini diadakan guna membantu masyarakat yang akan mudik lebaran sehingga masyarakat yang menggunakan jasa Kereta Api dapat terlayani dengan baik.

Selain bertujuan untuk kenyamanan penumpang, Kegiatan yang diadakan pada Selasa, 5 Juni 2018 ini juga bertujuan untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan bagi penumpang PT. KAI sehingga para penumpang Kereta Api dapat mudik Lebaran dengan merasa aman dan nyaman.

Untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan itu sendiri, PT.KAI Divre III menyediakan AMUS (Alat Material Untuk Siaga) di beberapa titik yang rawan longsor dan banjir terutama pada arus mudil dan arus balik. PT. KAI Divre III juga menerjunkan sebanyak 391 personel keamanan gabungan (POM TNI, Brimob, Polsuka, dan security stasiun) untuk menghadapi arus mudik dan arus balik lebaran. selain itu, PT. KAI juga menyiapkan petugas tambahan pemeriksa jalan rel ekstra dan petugas flying gang.

Tidak hanya fasilitas sarana-prasarana yang menunjang keamanan, PT. KAI Divre juga menghimbau kepada calon penumpang untuk tidak mengenakan perhiasan yang terlalu mencolok dan membawa barang-barang mewah yang berlebihan demi menghindari tindak kriminal dari sesama penumpang lainnya.

Mengenai barang angkutan yang boleh dibawa, PT. KAI mengeluarkan pengumuman dan ketentuan baru yang harus diperhatikan. Yaitu; PT. KAI membatasi barang bawaan masing-masing penumpang maksimal 20 KG atau dimensi tidak lebih dari 100 DM³ (70x48x30 cm).

Apabila terdapat kelebihan muatan, maka masing-masing dari penumpang yang membawa beban lebih akan dikenakan biaya angkut tambahan sebesar Rp. 10.000 untuk penumpang kelas eksekutif, Rp. 6.000 untuk penumpang kelas bisnis dan Rp. 2.000 bagi penumpang kelas ekonomi.

Kapasitas penumpang pada Masa angkut Arus Mudik dan Arus Lebaran tahun ini dimulai dari tanggal 5 Juni sampai 26 Juni 2018 mencapai 51.000 kursi. Untuk lonjakan penumpang di prediksi pada H-5 di setiap jurusan dan tidak ada yang namanya kenaikan harga tiket karena untuk tarif kelas eksekutif dan bisnis PT. KAI memberlakukan tarif batas atas dan tarif batas bawah, sedangkan kereta ekonomi tetap mengacu pada skema PSO dari pemerintah.

Dari 51.000 tiket penumpang, Kepala Divisi Regional III, Hendy Helmy memprediksi bahwa penjualan tiket telah mencapai 85 {00f7526d3488a34cb5c1a8fa9b3f9e1326391823bebf127f9714ff3dfefc767d} ludes terjual. “Perkiraan penumpang yang akan di angkut sekitar 51.000 penumpang, yang di angkut pada masa angkutan lebaran. Dari kapasitas 51.000 yang sudah terjual Sekitar 85{00f7526d3488a34cb5c1a8fa9b3f9e1326391823bebf127f9714ff3dfefc767d} dari kapasitas yang ada, yaitu sekitar 42.000,” jelas Hendy seusai Upacara Gelar pasukan.

Untuk mengantisipasi peningkatan penumpang di waktu-waktu tertentu, Hendy menjelaskan bahwa PT. KAI akan menambahkan Gerbong kereta dan biasanya peningkatan itu sendiri biasanya di lakukan pada H-3 dan H+3. “Kita pas angkutan lebaran ini kita tidak menambah kereta angkut hanya menambah gerbong. Jadi untuk tanggal-tanggal ganjil kita akan tambah gerbong di setiap rute, Lonjakan itu di lakukan minus tiga dan plus tiga, minusnya Orang keluar dan plus tiga itu orang kembali.”Kata dia.

Hendy menambahkan peningkatan penumpang dari tahun lalu meningkat hingga ke titik 7{00f7526d3488a34cb5c1a8fa9b3f9e1326391823bebf127f9714ff3dfefc767d} yang dipicu oleh kenyamanan penumpang dan lebih efisiensi waktu. “Kalo dari tahun lalu kita sudah meningkat sekitar 7{00f7526d3488a34cb5c1a8fa9b3f9e1326391823bebf127f9714ff3dfefc767d}an dari tahun lalu. Pemicunya mereka sekarang merasa nyaman dengan menggunakan kereta api, Terus ketepatan waktunya sudah lebih baik dibanding tahun lalu. Sekarang semuanya hampir tepat waktu. Waktu tunggu sekarangpun hampir tidak ada,” Tuturnya.

“jadi di lakukan waktu tunggu itu biasanya di stasiun tempat penumpang naik dan turun saja kalo di lintasan tidak ada, jadi waktunya lebih singkat.” Tutup Hendy.

Dengan adanya keamanan yang terbilang lengkap dan di tunjang dengan fasilitas yang memadai, di harapkan perjalanan mudik lebaran penumpang akan terjamin aman dan nyaman. Jadi, penumpang tidak perlu lagi merasa khawatir akan terlambat datang ketempat tujuan.