Begini Imbau Dinsos Palembang Tuk Anak Jalanan (Punk)

Reporter: Rahmat Septiawan | Editor: Arjeli SS

Palembang, LamanQu.com – Banyaknya aktivitas-aktivitas kekerasan jalanan atau tawuran antar geng yang di lakukan oleh Budak jola-jola (Bahasa Palembang) atau anak punk dalam bahasa Masyarakat pada umumnya, yang telah membuat seluruh kalangan Masyarakat Resah.

Kebanyakan dari anak punk terkhusus untuk anak punk di Palembang menyebut diri mereka sebagai supporter (sepak bola), biasanya kekerasan berupa adu jotos dan tawuran terjadi ketika tim kebanggaan mereka kalah bertanding, namun bukan berarti kekerasan tidak terjadi ketika tim kebanggaan mereka menang.

Malah jika timnya menang mereka akan melakukan konvoi sebagai pertanda kebahagiaan mereka atas menangnya tim favorit mereka dan hal-hal tersebutlah yang membuat Masyarakat resah.

Tapi untung lah, menurut pernyataan Kepala Bidang Rehabilitas Sosial dari Dinas Sosial, H. Elvis Rusdy, S.T., S.E., M.Si., mengatakan bahwa aktifitas-aktifitas dari anak-anak jalanan sudah mulai berkurang, itu di karenakan pihak Dinas Sosial telah mengetahui titik-titik kumpul mereka dan telah berkeja sama dengan Pol-PP untuk mengamankan kegiatan mereka.

Kepala Bidang Rehabilitas Sosial dari Dinas Sosial, H. Elvis Rusdy, S.T., S.E., M.Si saat diwawancarai

“Anak punk lah bekurang sekarang, karena kito lah tau di mano titik-titik kumpulnya, dan sudah diamankan oleh pihak Pol-PP,” ujar Elvis saat di temui di Kantor Dinas Sosial.

Rusdy menyebutkan bahwa antara tugas Dinsos dan Pol-PP itu sedikit berbeda, namun untuk urusan anak-anak punk itu sudah menjadi tugas Dinsos untuk merehabilitasi mereka,

“kadang-kadang antara tugas pokok kami dengan pol-pp itu hampir mirip, misalkan di lampu merah, nah di sano itukan ado penjual koran, anak punk dan sebagainya, kami idak biso masuk, uwong nyangko itu kami padahal itu tugas pol-pp.” kata dia.

Rusdy melanjutkan, “Sebenarnyo anak punk itu bukan urusan kito tapi yang anak-anaknyo itu urusan kami, kareno kami ado rehabilitas sosial anak, jadi anak dan uwong tuonyo kami yang urus, nah kareno ado anak anak tadi yoh urusannyo di dinas sosial,” lanjutnya

Dalam hal ini, Rusdy menerangkan bahwa jika anak punk yang sudah di amankan dan dilaporkan kepada orang tuanya masih melakukan kegiatan mereka di jalanan, maka akan di jebloskan ke dalam tempat Rehabilitas Anak.

“yoh anak-anak punk tadi di asesment dulu, setelah di asesment kalo memang ado keluarganyo kito panggel keluargonyo. tentu dio tuh dak gilo, jadi kito mintak telponke uwong tuonyo suruhke dateng dan pintakke surat pernyataan. Nah kalo dio masih ngulang sudah kito masuk ke nian dio di situ.

Pasti idak kolu (tidak tega) lah wong tuonyo itukan nengok (melihat) anaknyo di sano,” ujar Rusdy seorang penggila Otomotif antik tersebut sambil bergurau.

Bahkan Rusdy menghimbau kepada Masyarakat untuk melapor ke call center Dinsos jikalau melihat pengemis, Gembel, Anak punk maupun orang autis di jalanan.

“Untuk jalan bandara sampai Jaka baring akan kita seterilkan dari pengemis, anjal, gepeng dan untuk dikampung atau yang bukan jalan protokol kita menunggu informasi dan jemput bola di call center 0812 8319144 operatornya 24 jam,” Tutup Rusdy.

Di harapkan dengan adanya pernyataan dari Kepala Dinas Sosial tersebut, bahwa akan berkurangnya aktifitas liar dari anak-anak jalanan hingga ketingkat Nol persen.