Kredit UKM Tetap Prioritas Pemkot Palembang

Reporter: Fandi | Editor: Arjeli SS

Palembang, LamanQu.com – Pinjaman dana Usaha Kecil Menengah (UKM) masih menjadi salah satu prioritas Bank Palembang sebagai upaya ikut menumbuh kembangkan usaha mikro yang ada di kota Palembang.

Seperti diketahui program ini yang menjadi program Pemkot Palembang memberi subsidi bunga kepada pelaku UKM sehingga mereka bisa mengembangkan usaha tanpa harus memikirkan bunga dan anggunan.

Dijelaskan H. Armansyah Direktur Utama Bank Palembang usai menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun 2017 di Hotel Arista Palembang, Senin 14 Mei 2018. Selain memang produk kredit yang masih tetap berjalan antara lain Kredit PNS, Kredit Multi Guna dan kredit investasi.

RUPS ini dihadiri para pemegang saham diantara nya, pihak Pemkot, SP2J dan pihak ketiga.  Pemkot dalam hal ini sebagai pemegang saham terbesar yakni 52{00f7526d3488a34cb5c1a8fa9b3f9e1326391823bebf127f9714ff3dfefc767d} , sisanya saham SP2J dengan besaran modal hampir Rp 12 Miliar dan lainnya adalah pihak ketiga atau perorangan.

Suasa saat berlangsungnya rapat RUPS

Atas kinerja yang positif dengan pencapaian pencapaian Bank Palembang, yang sebelum nya BPR Pasar ini, Pemerintah Kota Palembang berencana untuk menggelontorkan tambahan modal sebesar Rp 13 Miliar untuk PT Bank Palembang tahun ini.

Dengan dana tersebut, Pemkot Palembang sebagai salah satu pemegang saham Bank Palembang tersebut, berkeinginan agar Bank Palembang bisa semakin tumbuh lebih baik lagi.

Ditanya mengenai hasil dan tangapan para Shareholder di RUPS ini Armansyah mengatakan, sejak berdiri dua tahun lalu, ini merupakan tambahan modal pertama. Dengan dana tersebut, diharapkan juga bisa berekspansi dari sisi layanan.

“Salah satunya, Pemkot berharap Bank Palembang bisa segera punya ATM sehingga dapat lebih banyak menggaet nasabah yang ingin menabung,” jelas nya.

Namun hal ini, kata Armansyah harus melalui proses dan syarat, mengingat regulasi untuk ATM ini harus melalui persetujuan OJK dan BI, serta mempersiapkan SDM yang berkompeten di bidang IT, karena semua berkaitan dengan keamanan. Karena tahu sendirikan banyak kasus yang terjadi akhir  akhir ini, karena lemah nya di bagian IT.

“Tapi kita tetap optimis dan berusaha agar itu bisa terwujud,” ujarnya.

Sementara itu, selama dua tahun beroperasi dari sebelumnya bernama BPR Pasar, perusahaan kata Armansyah telah mencatatkan kinerja yang positif, diantara nya

Penyaluran Kredit sebesar Rp 55,6 Miliar, Dana Pihak Ketiga (DPK) Rp 68,5 Miliar, Laba di 2017 sebesar Rp 1,05 Miliar.

Kemudian pencapaianm Total Asset sebesar Rp 88,5 Miliar sebelum nya di tahun 2016 yang hanya Rp 49,4 Miliar.