Pansus III DPRD Tulung Agung, Lirik Pencapaian Bank Palembang

Reporter: Fandi | Editor: Arjeli SS

Palembang, LamanQu.com (Rabu, 25 April 2018) Rombongan Pansus III Kabupaten Tulung Agung kunjungi Bank Palembang sebagai rangkaian kunjungan kerja nya  di Palembang guna study banding soal penyusunan Raperda tentang pengelolan aset Perusahaan Daerah Kabupaten Tulung Agung.

Sejumlah 23 orang rombongan Pansus III ini terdiri dari anggota DPRD Pansus III dan Sejumlah pejabat Pemerintah Kab Tulung Agung antara lain Assisten III, Kepala Bapedda, Kepala Biro Hukum, BPKAD serta Kepala PD BPR Tulung Agung.

Rombongan disambut oleh Komisaris H. Abdul Wahid Syukur, Direk Utama H Armansyah dan Direktur Slamet Warmoswito.

Ketua Pansus III Tulung Agung,  H. Heru Santoso mengatakan alasan memilih Bank Palembang sebagai tujuan Study nya, Karena Dalam Waktu hanya 4 tahun saja semenjak izin operasi Bank Palembang keluar, pencapaian aset Palembang sudah mencapai 105 miliar.

“ Lah kalau kami Perusahaan Daerah (PD) BPR nya Tulung Agung sudah 25 tahun berdiri sementara aset kami baru 150 miliar,” puji Heru.

Ditambahkan nya, “Untuk itulah kami mendorong Raperda Tulung Agung biar PD BPR berkembang lebih cepat belajar dari Bank Palembang”.

Ketika ditanya wartawan tujuan Pansus III Tulung Agung datang ke Palembang, ketua Pansus, Heru mengatakan bahwa tujuan nya ke Pemkot Palembang dan Bank Palembang ini adalah mencari referensi bahwa mereka sedang menyusun Raperda tentang pengelolan PD BPR menjadi PT BPR.

“ Ya kita belajar dari Bank Palembang yang semenjak tahun 2016 dia sudah berubah status dari PD ke PT serta termasuk juga inovasi dan kreasi produk Bank Palembang”, terang Heru.

Dilanjutkan nya, “ Jika sudah berubah dari PD ke PT tentu saja tata cara regulasi pengelolan keuangan nya sudah berubah, nah itu lah kami ingin tau formulasi nya itu bagaiimana”

Armansyah, Dirut Bank Palembang menjelaskan secara singkat berdiri nya Bank Palembang yang merupakan hasil kerja ulet Pemerintah Kota Palembang dengan DPRD Kota Palembang periode 2014-2019 ini.

Kemudian tanggal 26 Desember 2016 Bank Palembang diresmikan langsung oleh Walikota Palembang Bapak H. Harnojoyo, yang pada waktu itu masih bernama PT. Bank Perkreditan Rakyat Pendanaan Sarana Rakyat, kenang Arman.

Dijelaskan Arman, dari 105 miliar total aset tersebut, aset kredit 54 miliar, dana pihak ke- 3 sejumlah 55 milyar dan rugi laba akhir taahun 2017 sejumlah 1 milyar 6 juta.

“Alhamdullilah, pada 2018 ini, pada triwulan pertama laba terkumpul sudah mencapai 257 juta Rupiah”, kata Arman.

Menjawab pertanyaan anggota Tim Pansus III Tulung Agung tentang langkah dan upaya yang dilakukan biar PD BPR Tulung Agung cepat berkembang, Arman menjelaskan bahwa dua sisi simpan pinjam itu harus seimbang sesuai dengan fungsi bank itu sendiri tempat meminjam dan menyimpan.

Dilanjutkannya, selain motivasi karyawan untuk gigi bekerja, dia juga menerapkan Doa dan Brifing pagi selalu jadi tradisi di Bank Palembang.

Langkah selanjut nya Arman sampaikan dengan canda bahwa melihat  pola masyarakat yang suka makan bunga, maka Bank Palembang memberi suku bunga simpanan sedikit lebih tinggi dari rata rata.

Dirut Bank Palembang H.Armansyah saat diwawancarai oleh awak media

Ketika ditanya wartawan tujuan Pansus III Tulung Agung datang ke Bank Palembang, Armansyah mengatakan bahwa mereka sedang menyusun Raperda bagaimana mengubah badan hukum PD ke PT. Lebih lanjut Arman mengatakan bahwa sebenarnya yang prinsip itu adalah soal penangung jawab tertinggi pengelolah keuangan daerah.

“ Ya jika PD maka yang berkuasa penuh adalah kepala daerah itu sendiri, sedangkan PT yang memegang kuasa penuh nya adalah Rapat Umum Pemegang Saham, itu saja,” tutur Arman.

Soal pencapain jumlah nasabah UKM Bank Palembang yang sudah diperoleh dan target pencapaian akan datang, Dirut Bank Pasar ini mengungkapkan bahwa saat ini sudah 1000 nasabah UKM.

“Ya karena kredit UKM ini bunga nya disubsidi pemerintah dalam hal ini Pemkot, kami akan menargetkan 4000 nasabah UKM lagi,” tutup Arman.