SDA Watch Investigasi Pencemaran Amoniak PT. Pusri

Reporter: Fandi | Editor: Arjeli SS

Palembang, LamanQu.com – Dedek Chaniago, Direktur SDA Watch Sumsel angkat bicara soal pencemaran Amoniak PT. Pusri.

Mengetahui pemberitaan dimuat oleh lamanQu.com beberapa waktu lalu soal aspirasi warga Kelurahan I ilir dan Forum RT/RW dalam acara Reses DPRD Dapil VI Kota Palembang.

Sebagai lembaga yang berkomitmen memperjuangkan serta sangat konsen dan perduli dengan persoalan  lingkungan hidup ini, dengan sigap SDA Watch lalukan investigasi dan menemukan  fakta serta temuan di Kelurahan I ilir, Kecamatan Ilir Timur II Palembang.

Ketika dimintai keterangan mengenai fakta apa saja yang didapat dari investigasi ke warga Kelurahan I Ilir dan Ketua Forum RT/RW. Dedek mengatakan bahwa dia bertemu langsung dengan Ketua Forum RT/RW serta warga sekitar lokasi tercemar nya Amoniak PT. Pusri.

Sebelah kanan Dedek Chaniago Direktur SDA WATCH saat bertemu Ketua Forum RT/RW H.usman

“Saya prihatin dengan kejadian ini dan ini ternyata sebaran udara mengandung Amoniak ini hingga ke 4 kelurahan langsung”, ungkap Dedek.

Ditambahkkan nya,”Dari data yang kami peroleh ternyata selain Kelurahan I Ilir, Kelurahan II Ilir, Kelurahan III Ilir serta termasuk juga Kelurahan Sei Buah”.

“Kemudian mengenai keluhan dan yang dirasakan warga kebanyakan mengeluhkan bau anyir dan pesing dan berakibat sering terjadi sakit sakit dan sesak napas,” imbuh dia.

Mengenai usia ternyata tidak hanya pada anak dan orang tua yang rentan terserang masalah pernapasan, orang sehat bugar pun sering kali menerima akibat udara mengandung Amoniak ini.

H. Usman sebagai ketua RT 06 Kelurahan I Ilir, sekaligus sebagai ketua Forum RT/RW ketika dikonfirmasi lamanqu.com membenarkan keluhan warga nya. Memang persoalan ini semenjak lama tapi tidak separah seperti sekarang ini.

” Kami disini cukup menderita terkadang anak anak dan orang tua mengalami sesak napas”, ungkap Usman.

Ditambahkan Usman, “PT. Pusri sebaiik nya memikirkan warga”.
” Ya setidak nya bau menyengat Amoniak nya itu berkurang”, pinta Usman.

Ketika ditanya apa yang dilakukan Forum RT/RW dan warga nya untuk persoalan limbah Amoniak Pusri. Usman mengatakan Forum RT/RW telah menunjuk sepenuh nya kepada SDA Watch sebagai lembaga advokasi warga nya.

Setelah menerima kuasa warga dan melakukan investigasi upaya apa saja yang SDA Watch akan lakukan, Dedek menjelaskan bahwa dia dalam waktu dekat akan melaporkan kejadian ini ke DPR dan ke penegak hukum.

Kemudian ketika ditanya mengenai akibat hukum yang mungkin menjerat pelaku pelanggaran lingkungan hidup, dia menuturkan Undang Undang Nomor 32 Tahun 2009.

“Ya tentu saja ini mengacu pada Undang Undang Nomor 32 tahun 2009 mengenai lingkungan hidup”, ungkap Dedek. “ Selain tanah dan air, udara juga lingkungan hidupkan,’ tegas nya.

Lebih Lanjut dia menyampaikan isi pasal 65 nya bahwa setiap orang berhak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat. Ini berarti warga di 4 kelurahan in telah hilang hak hidap di lingkungan sehat nya.

“Coba lihat pasal 98, bahwa setiap orang yang sengaja melakukan perbuatan pencemaran lingkungan diatas baku mutu udara dan berakibat kerusakan lingkungan hidup maka akan dipidana paling sedikit satu tahun dan paling lama tiga tahun penjara serta didenda paling sedikit satu Miliar dan paling banyak sepulluh miliar”, Jelas Dedek.

“Kemudian di pasal 99 nya”, lanjut Dedek.

“Bahwa setiap orang yang tidak sengaja melakukan perbuatan pencemaran lingkungan diatas baku mutu udara dan berakibat kerusakan lingkungan hidup maka akan dipidana paling sedikit satu tahun dan paling lama tiga tahun penjara serta didenda paling sedikit satu Miliar dan paling banyak sepulluh miliar”, tegas Dedek.