H Wijaya : Masyarakat Jangan jadi Korban Elit Politik

Reporter: Rahmat Septiawan : Editor: Syamsul Fajri Al-Sajidi

Palembang, LamanQu.com – Sebuah upaya untuk merusak atau mempertanyakan reputasi seseorang, dengan mengeluarkan propaganda negatif yang bertujuan untuk mempropaganda suatu golongan ataupun perorangan.

Kampanye Hitam biasanya di targetkan kepada pelaku politikus, kandidat politik, pejabat, dan aktivis.

Sehubungan dengan makin dekatnya pemilihan umum, kampanye hitampun kian marak di lakukan oleh oknum-oknum yang bertujuan menjerumuskan masyarakat kedalam kekacauan dunia perpolitikan.

Kini salah seorang pengamat politik sekaligus Dosen Program Studi Ilmu Politik di UIN Raden Fatah Palembang, Drs. H. Wijaya, M.Si Berani angkat bicara mengenai Kampanye Hitam di Sumsel.

Menurut Wijaya atau lebih akrab dengan Haji Wijaya saat di jumpai di kantornya di jln. Perintis Kemerdekaan pada Senin (26/3/18),  Masyarakat selalu jadi korban keganasan Pemilu maupun Pilkada dalam proses kampanye yang timbul akibat isu-isu menjelekan salah satu paslon.

Wijaya mengatakan, “Masyarakat selalu jadi korban kepentingan para elit politik dengan sejumlah janji yang mungkin tidak akan mampu direalisasi kedepannya,” kata dia.

Dosen sekaligus pengusaha yang bergerak di bidang jasa tersebut membubuhi, “dalam sebuah peperangan yang menjadi korban selain rakyat adalah kebenaran itu sendiri, seharusnya elit politik mampu mencerdaskan rakyat bukan malah membodohi.”tambahnya.

Sebagai salah satu tempat di Indonesia yang termasuk zero konflik, wijaya mengatakan bahwa Masyarakat Sumsel memiliki intelejensi untuk memperhatikan perkembangan politik,, “Sumsel zero konflik dalam pilkada bukan karena pendidikan atau sosialisasi dari kaum elite politik namun karena masyarakat sumsel memiliki intelejensi dalam mempelajari atau memperhatikan perkembangan politik,” tegasnya.

Wijaya menutup obrolan dengan mengatakan, “jadi diharapkan untuk oknum yang tidak bertanggung jawab jangan melakukan kampanye hitam untuk mengadu domba rakyat demi kepentingan golongan,” ujar wijaya.