Curanmor Banyak Terjadi di SU I, IB I, Sukarame, dan Lemabang

Kepolisian Resort Kota (Polresta) Palembang, Jalan Jakabaring, Jl. Gubernur H Bastari, 8 Ulu, Seberang Ulu I, Palembang, Sumatra Selatan [Foto Asmaran Dani/LamanQu.com].

 

Reporter: Asmaran Dani | Editor: Syamsul Fajri Al-Sajidi

Palembang, LamanQu.com — Sejak awal hingga pertengahan Maret 2018 di Palembang belum ada penangkapan terduga pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor). Dalam Januari 2018 hingga akhir Februari Curanmor menempati posisi utama kasus pencurian di wilayah Kepolisian Resort Kota (Polresta) Palembang.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polresta Palembang Komisaris Polisi (Kompol) Yon Edi Winara, S.H, S.IK melalui Kepala Unit Pencurian Kendaraan Bermotor (Kanit Ranmor) Inspektur Satu (Iptu) Polisi Mardanus Ali Akbar mengungkapkan, dalam Januari hingga Februari 2018, penangkapan di lapangan memang ada.

“Januari sampai dengan Februari memang betul ada peningkatan penangkapan di lapangan, namun dalam Maret ini belum ada penangkapan di lapangan,” kata Iptu Pol Mardanus.

Mardanus mengatakan, kasus Curanmor banyak terjadi di kawasan Seberang Ulu I, Ilir Barat I, Sukarame, dan Lemabang.

“Curanmor sejak Januari sampai dengan Februari banyak terjadi di wilayah SU I, Ilir Barat I, Sukarame, serta Lemabang. Kasus di lapangan juga terjadi di tempat parkir, dan di perkarangan rumah,” kata Mardanus.

“Yang sering tertangkap tangan melakukan Curanmor rata-rata sudah tergolong dewasa. Masalah ekonomi alasan yang paling kuat para tersangka melakukan Curanmor,” ungkap Mardanus.♦