DPD Partai Golkar akan Bangun Rumah buat Keluarga Dewi

Letak rumah hunian Dewi, kelahiran Lampung, di tengah kota dan hanya lebih kurang 300 meter dari kantor Camat, kantor Polsek Ilir Timur I, dan kantor KPU Palembang [Foto Dok/LamanQu.com].

 

Ketua DPD Partai Golkar Kota Palembang M. Hidayat, S.E, M.Si [Foto-foto Dok/LamanQu.com].

Palembang, LamanQu.com — Di Jalan Puding, Kelurahan Kamboja, Palembang, berdiri
satu bangunan rumah hunian berukuran 4×8 meter. Rumah milik janda bernama Dewi (39
tahun) nyaris roboh dan bocor saat musim hujan. Bagian atap rumah itu banyak
lubang/bocor hingga tak ayal lagi saat hujan tentu saja banyak tetesan air
membasahi lantai dan dinding rumah.

Dewi mengatakan, ketika hujan, rumah dia kerap kebocoran dan banjir. Karena itu,
mereka beralih tidur di ruang tamu, yang keadaan atapnya lebih baik.

Letak rumah hunian wanita kelahiran Lampung ini di tengah kota dan hanya lebih
kurang 300 meter dari kantor Camat, kantor Polsek Ilir Timur I, dan kantor KPU
Palembang.

Effendi suami Dewi meninggal 2 tahun lalu akibat serangan jantung. Pekerjaan
Effendi adalah penggali kuburan di tempat pemakaman umum Kamboja. “Suami saya dulu
tukang gali kuburan, meninggal sejak 2 tahun lalu karena kena serangan jantung.
Sejak saat itu saya harus menghidupi ketiga anak saya dengan gaji Rp 550 ribu per
bulan,” tutur Dewi dengan suara lirih, sebagaimana dikutip news.detik.com, Senin
(27/2/2018).

Dewi mengais rezeki setiap hari sebagai tukang cuci pakaian di rumah warga sekitar
dengan upah Rp 550 ribu per bulan. Dengan penghasilan sejumlah itu dia menghidupi
dua putra dan seorang putri. “Sejak suami saya meninggal, kami hanya dapat bantuan
dari pemerintah sebesar Rp 500 ribu per bulan dan beras 17 kg. Untuk makan dan uang
sekolah saja kurang, apalagi mau perbaiki rumah,” ucap Dewi sambil beberapa kal
menyeka air mata.

Dinding rumah sebelah kanan sudah hancur dan hanya bisa Dewi tutup dengan spanduk
bekas. Pintu rumah itu telah rapuh dan sulit dibuka karena sering terendam banjir.

“Semua bocor Pak, tidak ada yang tidak bocor. Tetapi di ruang tamu ini sedikit saja
bocornya, masih bisa ditampung juga pakai ember. Kalau sudah hujan, kami biasanya
tidak ada yang tidur karena hujan juga masuk dari dinding sebelah,” ungkap Dewi.

Dewi menempati rumah itu sejak delapan tahun silam. Rumah itu warisan orangtua
Effendi, yang didapat dari hasil pembagian dan sudah dalam kondisi tidak terawat.

Terlihat rumah berdiri di atas fondasi permanen, tetapi itu hanya untuk menghindari
genangan air saat musim hujan. Pada bagian kolong rumah terlihat kumuh karena masih
ada air yang tergenang sisa-sisa hujan.

Dewi bersyukur karena ketiga anaknya tidak putus sekolah. Untuk membiayai
pendidikan tiga anak dia, Dewi bersemangat bekerja. Dewi berharap tiga anak dia
dapat mengubah kehidupan mereka pada masa mendatang.

Ketua DPD Partai Golkar Kota Palembang M. Hidayat, S.E, M.Si kepada LamanQu.com
menyatakan, akan membangun rumah yang layak untuk keluarga (Dewi) tersebut. “Besok
saya akan kunjungi, segera koordinasi dengan Ketua R.T, Lurah, hingga Camat.”

“Kalau bukan kita siapa lagi?” Kata M. Hidayat seraya meneruskan, “Ini rumah kedua
yang kita bantu. Ini memang salah satu program Golkar peduli. Kita akan
mengasuransikan masyrakat yang berpenghasilan rendah.” [Pariwara]