Sosialisasi Peraturan Walikota Nomor 16 Tahun 2017

Dinas Kebudayaan Kota Palembang. Foto diambil pada Jumat, 02 Februari 2018. (Foto Asmaran Dani).

Oleh Asmaran Dani

Editor: Syamsul Fajri

Palembang, LamanQu.com  Kawasan Sekanak Kerihin (tempo dulu) adalah kawasan yang berada di Jalan Depaten hingga Jalan Gede Ing Suro sampai dengan sungai Sekanak. Kawasan ini mempunyai nilai sejarah berupa peninggalan mulai era Kerajaan Palembang Darussalam hingga era Kolonial Belanda. Banyak bangunan tua yang berusia lebih dari 50 tahun. Hampir 75 persen bangunan di kawasan ini adalah bangunan lama. Seperti, Pasar Sekanak yang dibangun di tahun 1822. Kemudian, ada bioskop tertua di Palembang, yaitu Bioskop Rex. Ada juga gedung kantor Van Jacobson Van Den Berg & Co yang berada di Simpang Sekanak. Kemudian, Gudang Oeng Boen Tjit, Gudang Rokok Commodore, dan masih banyak lagi.

Adanya Peraturan Walikota  Nomor 16 Tahun 2017 tentang Pengelolaan Sekanak Kerihin seperti dalam pasal 2 berbunyi “ Dengan peraturan Walikota ini, Sekanak Kerihin ditetapkan sebagai kawasan yang dilindungi dan dilestarikan sesuai ketentuan perundang-undangan.”

Poin di dalam pasal  tersebut tentunya upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melestarikan bangunan-bangunan yang ada di kawasan Sekanak Kerihin, diharapkan dapat terus memperdayakan potensi cagar budaya yang dimiliki dengan mengelola dengan baik agar tetap lestari keberadaannya dan dapat dimanfaatkan. Generasi penerus dapat mengetahui nilai-nilai sejarah yang ada dikawasan Sekanak Kerihin tersebut. Dapat dimanfaatkan untuk sarana pengetahuan bagi pendidikan, sejarah dan kebudayaan.

Latar belakang dikeluarkan Perwali tersebut tentunya juga mengacu pada ketentuan umum Undang-Undang Nomor 11 tahun 2010 Tentang Cagar Budaya yang mengandung pemanfaatan perihal cagar budaya seperti dalam Pasal 97 Ayat 1 yaitu: “Pemerintah dan pemerintah Daerah memfasilitasi pengelolaan Kawasan Cagar Budaya”.

Kasi Sejarah Bidang Penanggulangan Sejarah dan Tradisi, Iman Setiawan, S.Kom (46) menuturkan bahwa dikeluarkannya Perwali No.16 Th 2017 salah satunya untuk melestarikan kawasan Sekanak agar kebudayaan di sekitar kawasan tersebut tetap terjaga dan bisa menjadi sarana pengetahuan pendidikan khususnya di bidang budaya. Sosialiasai Perwali Nomor 16 Tahun 2017 ini masih terus berlanjut sampai dengan sekarang.

Tentunya diharapkan Dinas Kebudayaan Kota Palembang juga mempunyai sikap bijaksana dalam mengaktualisasikan maksud dan tujuan isi Perwali tersebut. Dengan dikeluarkannya Perwali tersebut Dinas Kebudayaan Kota Palembang terkhsusus Kepala Bidang Cagar Budaya dapat melakukan upaya perlindungan, pengembangan dan pemanfaatan Cagar Budaya di Kawasan Sekanak Kerihin untuk mengayakan jati diri kebudayaan warga dikota Palembang dengan di angkatnya Sekanak Kerihin dalam forum-forum nasioanal sampai dengan Internasional., Menjadi objek wisata yang diperhitungkan dan dipandang secara global.

Sosialisasi mesti gencar dilakukan agar masyarakat dan tokoh masyarakat di kawasan Sekanak Kerihin bisa selaras mendukung Perwali tersebut.  Abdul Ghofar (67) Tokoh Masyarakat Sekanak Kerihin yang juga Ketua Forum  Kewaspadaan Dini Masyarakat di Kecamatan Ilir Barat Dua mengemukakan, Pemkot Palembang, khususnya Dinas Kebudayaan Kota Palembang mesti cepat tanggap dalam menyosialisasikan maksud dan tujuan isi Perwali tersebut sehingga komunikasi tentang Perwali tersebut benar-benar terlaksana dilapangan tidak sekedar melakukan sosialisasi di tingkat Kelurahan dan Kecamatan.

Abdul Ghofar juga menambahkan bahwa sosialisasi terkait Perwali Nomor 16 Tahun 2017 masih minim. Terakhir Dinas Kebudayaan Kota Palembang mengadakan pertemuan bersama tokoh masyarakat di Hotel Duta untuk membahas dan bermusyawarah terkait Sekanak Kerihin sekitar tiga bulan lalu. “Sampai sekarang belum ada kelanjutan lagi,” ujar Ghofar.♦