Pasar Cinde Jadi Aldiron Plazza Cinde

Serah terima lahan Pasar Cinde dari Pemprov Sumsel kepada PT Magna Beatum. [Foto-foto Rahmat S.K]

Reporter: Rahmat Septiawan Kamal

Editor: Syamsul Fajri Al-Sajidi

Palembang, LamanQu.com – Pada Senin, 22 Januari 2018 berlangsung serah terima lahan Pasar Cinde dari pemerintah Provinsi Sumatra Selatan kepada PT Magna Beatum. Sebelumnya bangunan Pasar Cinde telah dirobohkan. Selajutnya di atas lahan yang semula berdiri bangunan Pasar Cinde akan didirikan bangunan baru bernama Aldiron Plazza Cinde.

Mengawali acara serah terima Pelaksana Tugas (PIt) Ketua BPKAD Sumatera Akhmad Mukhlis SE. MSi menyampaikan Sambutan. Serah Terima dihadiri oleh para pegawai negeri di jajaran BPKAD Sumsel, Ketua persatuan Pedagang Pasar Cinde (P3C) M Yusuf, dan masyarakat sekitar.

Sebenarnya proyek ini dimulai Pemprov pada 2016 lalu. tapi karena beberapa kendala baru bisa diserahterimakan pada Senin, 22 Januari 2018. Sesuai dengan rencana di atas lahan Pasar Cinde akan dibangun pusat perbelanjaan yang lebih megah daripada sebelumnya namun tidak menghapus citra sebagai pasar tradisional.

“Jadi pasar tradisionalnya masih ada dan untuk pasar modernya akan terus dikembangkan,” kata Ketua persatuan Pedagang Pasar Cinde (P3C) M Yusuf.

“Mall, apartemen, perkantoran, serta pusat butik akan di bangun di sini,” tutur M Yusuf. “Masyarakat sekitar merespon dengan sangat baik akan adanya pembangunan proyek Aldiron Plazza Cinde ini, meski sebagian kecil dari para pedagang banyak yang menolak, namun hal ini sudah bisa diatasi.”

Harapan masyarakat ke depan proyek pembangunan ini dapat menarik perhatian para pembeli, dapat menjauhkan kesan kumuh dari pasar tradisional Cinde, dan dapat meningkatkan perekonomian.

Berani Bongkar Harus Berani Masuk Penjara 5 Tahun

Sebagian besar dari aktivis muda menolak dan mengecam penghancuran bangunan Pasar Cinde yang mengatasnamakan pembangunan tersebut. Alasan mereka, Pasar Cinde adalah salah satu pasar sejarah dan pasar modern pertama.

“Cinde ini adalah pasar sejarah yang telah berdiri lebih kurang 50 tahun,” ujar Dedek Chaniago didampingi seorang aktivis muda.

Dengan dibangun mall, para aktivis khawatir situs sejarah di sekitar ikut tergusur. “Sejarah mana lagi yang akan kami gali jika sejarah itu sendiri dihancurkan,” kata Dedek.

“Bapak Harnojoyo selaku Walikota Palembang sebenarnya telah mengesahkan Pasar Cinde sebagai cagar budaya. Dan menilik UU Cagar Budaya, “Setelah kami konsolidasi dan konsultasi, akhirnya kami bertemu dengan Asosiasi Arsitek Indonesia (AAI), yang ternyata bangunan itu adalah salah satu cagar budaya. Dan Alhamdulillah, Walikota Palembang Bapak Harnojoyo telah meng-SK-kan bahwa itu adalah cagar budaya,” ujar Dedek

Melihat dari segi hukum sesuai UU No 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya, Pasal 5,

“Benda, bangunan, atau struktur dapat diusulkan sebagai Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, atau Struktur Cagar Budaya apabila memenuhi kriteria:

  1. berusia 50 (lima puluh) tahun atau lebih;
  2. mewakili masa gaya paling singkat berusia 50 (lima puluh) tahun;
  3. memiliki arti khusus bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan/atau kebudayaan;
  4. dan memiliki nilai budaya bagi penguatan kepribadian bangsa.

Bab VII Pelestarian UU Cagar Budaya Pasal 53 menyatakan:

  1. Pelestarian Cagar Budaya dilakukan berdasarkan hasil studi kelayakan yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademis, teknis, dan administratif.
  2. Kegiatan Pelestarian Cagar Budaya harus dilaksanakan atau dikoordinasikan oleh Tenaga Ahli Pelestarian dengan memperhatikan etika pelestarian.
  3. Tata cara Pelestarian Cagar Budaya harus mempertimbangkan kemungkinan dilakukannya pengembalian kondisi awal seperti sebelum kegiatan pelestarian.
  4. Pelestarian Cagar Budaya harus didukung oleh kegiatan pendokumentasian sebelum dilakukan kegiatan yang dapat menyebabkan terjadinya perubahan keasliannya.

Para aktivis menegaskan, siapa pun yang membongkar harus bertanggung jawab penuh atas apa yang ia lakukan. “Karena sudah dibongkar, yang membongkar harus bertanggung jawab membangun dari awal,” tegas Dedek

“Berani bongkar Cinde harus berani masuk penjara 5 tahun,” lanjut Dedek.♦